Ilustrasi. Foto: dok MI/M Irfan.
Ilustrasi. Foto: dok MI/M Irfan.

BNI Pede Catat Pertumbuhan Kredit hingga 7% di Kuartal I-2022

Despian Nurhidayat • 14 April 2022 11:55
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada tiga bulan pertama tahun ini optimistis dapat mencatatkan kinerja yang baik, dengan pertumbuhan kredit yang berkisar antara enam sampai tujuh persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut seiring dengan mulai berjalannya aktivitas ekonomi dari sejumlah segmen.
 
"Secara overall pada kuartal I-2022 kami optimistis pertumbuhan kredit mengalami tren yang positif pada kisaran enam persen sampai tujuh persen," ungkap Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini dilansir dari keterangan resmi, Kamis, 14 April 2022.
 
Menurut Novita, pertumbuhan kredit pada kuartal pertama tahun ini diyakini lebih tinggi dibandingkan dengan kredit akhir 2021 yang meningkat 5,4 persen (yoy). Artinya, terdapat tren perbaikan pada permintaan dan penyaluran kredit di BNI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan sekitar enam persen hingga tujuh persen tersebut didukung oleh berbagai sektor industri, di antaranya sektor manufaktur, sektor konstruksi, serta pemulihan pada sektor perdagangan dan sektor transportasi atas kelonggaran kebijakan pemerintah terkait covid-19," tuturnya.
 
Berdasarkan, laporan keuangan bulanan BNI, kredit yang disalurkan per Februari 2022 sebesar Rp575,49 triliun atau meningkat 5,43 persen dibandingkan dengan kredit per Februari 2021 yang senilai Rp545,86 triliun. Dengan demikian, terjadi akselerasi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi per Maret 2022.
 
Perbaikan juga tercermin dari restrukturisasi kredit BNI yang semakin melandai. Per Maret 2022 kredit yang diberikan stimulus tersisa Rp69,63 triliun. Nilai tersebut turun Rp2,5 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp72,13 triliun.
 
Corporate Secretary BNI Mucharom menambahkan, BNI tidak hanya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit positif tetapi juga peningkatan kualitas kredit yang utamanya terlihat dari baki restrukturisasi kredit yang semakin rendah.
 
"Pelaku usaha terdampak mulai semakin percaya diri prospek kinerja bisnisnya sehingga sudah dapat melakukan cicilan seperti sebelum pandemi," ujar Mucharom.
 
Ekspansi yang dilakukan BNI pada masa pemulihan ekonomi ini semakin berkualitas, sehingga membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga semakin turun. Tahun lalu, perseroan melaporkan penurunan NPL 60 basis poin (bps) menjadi 3,7 persen dibandingkan posisi 2020 yang sebesar 4,3 persen. Sedangkan, NPL per Maret 2022 kembali membaik ke level 3,46 persen.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif