Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

LKPP Minta Kadin Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk E-Katalog

Ekonomi Dunia Usaha Kadin lkpp Pelaku IKM E-Katalog
Antara • 22 April 2022 10:04
Jakarta: Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mendorong pelaku usaha lokal onboarding ke dalam sistem katalog elektronik (e-katalog).
 
Hal itu disampaikan Kepala LKPP dalam Dialog Nasional bertema 'Dukungan Dunia Usaha dalam Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Lingkungan Pemerintah Pasca Terbitnya Inpres Nomor 2 Tahun 2022', yang digelar secara daring, dilansir dari Antara, Jumat, 22 April 2022.
 
"Ini adalah momentum bagi pengusaha lokal untuk masuk. LKPP sudah membuka ruang seluas-luasnya bagi UMK untuk masuk ke dalam katalog elektronik. Kadin bisa berperan untuk mendorong pelaku usaha onboarding ke dalam sistem," kata Anas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anas mengungkapkan Inpres No. 2 Tahun 2022 mendorong percepatan penayangan Produk Dalam Negeri (PDN) dan usaha mikro, kecil dan koperasi (UMK-Koperasi) pada Katalog Elektronik Sektoral dan Katalog Elektronik Lokal serta mengalokasikan dan merealisasikan sedikitnya 40 persen nilai anggaran belanja barang/jasa untuk produk UMK-Koperasi dari hasil PDN.
 
Untuk itu, LKPP memangkas proses bisnis penayangan produk di katalog elektronik pemerintah serta melakukan percepatan pencantuman barang/jasa di katalog elektronik lokal. LKPP juga saat ini sedang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kemendagri untuk mempercepat penerbitan kartu kredit pemerintah dan kartu kredit pemerintah daerah.
 
Hingga 20 April 2022 tercatat sudah ada 288.968 produk, yang terdiri dari Katalog Elektronik Nasional sebanyak 195.465 produk, Katalog Sektoral 71.169 produk dan Katalog Lokal 22.333 produk.

Jumlah penyedia yang tergabung

Jumlah penyedia yang tergabung dalam sistem pengadaan barang/jasa pemerintah sebanyak 4.965 penyedia, terdiri dari 1.043 pelaku usaha kecil, 431 pelaku usaha menengah, 2.600 pelaku non-UKM dan 891 belum terdefinisi.
 
"Dari data tersebut bisa dilihat bahwa Katalog Sektoral dan Katalog Lokal masih belum banyak. Masih perlu dilakukan percepatan," ujarnya.
 
Oleh sebab itu, Anas sekali lagi mengajak Kadin untuk mendorong pelaku usaha lokal masuk ke dalam ekosistem Katalog Elektronik, terlebih dengan penambahan 10 etalase produk dalam Katalog Elektronik.
 
"Banyak produk yang bisa didaftarkan ke dalam e-katalog lokal. Tidak hanya seragam, batik dan makanan saja, tetapi juga barang-barang material konstruksi seperti batu, semen, paving blok dan lain-lain," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif