Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.

Airlangga Ungkap Berbagai Tantangan yang Menghantui Indonesia di 2022

Ekonomi Ekonomi Indonesia Ekonomi Global Media Group Airlangga Hartarto Omicron MGN Summit 2022
Husen Miftahudin • 27 Januari 2022 12:03
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap berbagai tantangan yang menghantui Indonesia di 2022. Utamanya terkait dengan ekonomi dan perdagangan dunia yang meskipun diproyeksi tumbuh positif, namun bakal dihadang munculnya varian baru covid-19 seperti Omicron.
 
"Namun kita melihat beberapa penanganan yang dilakukan pemerintah termasuk dengan adanya karantina terutama terhadap PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri), tentu diharapkan ini bisa menahan lajunya varian baru covid-19 tersebut," ujar Airlangga dalam acara Media Group Network (MGN) Summit 2022 yang digelar secara hybrid, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Tantangan selanjutnya adalah krisis energi, yang terjadi akibat commodity supercycle (kenaikan harga-harga komoditas) dan juga disrupsi rantai pasok. Di samping itu, terjadi juga kenaikan inflasi dan tapering off (pengurangan stimulus moneter) di Amerika Serikat (AS), serta ketidakpastian geopolitik dan perubahan iklim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menuturkan wabah pandemi covid-19 yang telah terjadi selama dua tahun membuat pemerintah 'jungkir-balik' melakukan penanganan dan pengendalian. Berkat ikhtiar, strategi penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah menghasilkan hasil yang baik sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan sesuai dengan yang disiapkan.
 
Pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi, per 26 Januari 2022 sudah lebih dari 300 juta masyarakat sudah divaksinasi. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari empat negara di dunia yang berhasil melakukan vaksinasi di atas 300 juta orang.
 
Adapun vaksinasi dosis pertama sudah disuntikkan kepada 182,86 juta orang atau setara dengan 87,8 persen dari target. Sedangkan dosis kedua disuntikkan kepada 126,17 juta orang atau setara 60,6 persen dari target.
 
"Kemudian vaksinasi booster sudah dimulai sejak 12 Januari 2022, dan tentunya vaksinasi anak-anak juga terus didorong oleh pemerintah," tegas Airlangga.
 
Dengan terkendalinya pandemi covid-19, ekonomi Indonesia di kuartal III-2021 mampu tumbuh sebesar 3,51 persen (yoy). Kemudian pada kuartal IV-2021 diharapkan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,7 persen sampai 5,0 persen sehingga secara keseluruhan 2021 tumbuh sebesar 3,7 persen hingga 4,0 persen.
 
"Sedangkan di 2022 ini dengan penanganan covid-19 yang tetap landai, kita berharap bahwa pertumbuhan secara year on year di 2022 bisa mencapai 5,2 persen," tutup Airlangga.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif