PT Pertamina Geothermal Energi (PGE). Foto : PGE.
PT Pertamina Geothermal Energi (PGE). Foto : PGE.

PGE Sebut Kontribusi Milenial Bisa Percepat Transisi Energi

Husen Miftahudin • 24 Maret 2022 19:28
Jakarta: Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Nelwin Aldriansyah mengatakan kontribusi kaum milenial dalam penggunaan energi baru terbarukan bisa mempercepat proses transisi energi di Indonesia.
 
"Kaum milenial bisa memulainya dari diri sendiri. Proses ini merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan semua negara," ujar Nelwin dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 Maret 2022.
 
Indonesia telah memperbarui komitmen untuk mengurangi efek gas rumah kaca (GRK) dalam dokumen Nationally Determined Contributions (NDC) sebesar 29 persen pada 2030 dari level business as usual (BaU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Indonesia juga sudah menetapkan target bauran energi baru terbarukan pada 2025 sebesar 23 persen. Pada ujungnya, Pemerintah juga sudah menargetkan zero emission pada 2060 atau lebih cepat.
 
Transisi energi juga menjadi salah satu dari tiga prioritas utama dalam pembahasan Kelompok Kerja ketika Indonesia menjadi presidensi G20 untuk periode 2021-2022. Tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia 2022 ini adalah Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi berbasis Digital, dan Transisi Energi.
 
Menurut Nelwin, dalam proses transisi energi ini, kaum milenial bisa memulainya dengan menggunakan energi secara bijak. Kaum muda bisa memberikan kontribusinya dengan mengurangi penggunaan energi berbasis fosil dan menggantikannya dengan sumber energi yang berkelanjutan (sustainable) dan bisa diperbarui (renewable).
 
"Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kendaraan umum, baik bus listrik maupun kereta api," sebutnya.
 
Kaum milenial juga harus mulai menggunakan perangkat listrik hemat energi dan memanfaatkan panel surya untuk pembangkitan listrik rumah tangga. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan rumah pada pasokan listrik dari PLN.
 
"Makin kesini, biaya listrik tenaga surya untuk rumah tangga ini makin berkurang jauh. Saya sudah memulainya sejak 2016. Jika dulu harganya masih Rp15 ribu per watt, sekarang sudah tinggal Rp7.000," papar dia.
 
Selain itu, kaum milenial juga bisa memanfaatkan sepeda dan sepeda motor listrik sebagai alternatif transportasi. Ia menjelaskan bahwa PGE juga mendukung penggunaan sepeda motor listrik.
 
"Kami membantu mengubah mesin motor mereka (Rangers, aplikasi ojek online lokal asal Kamojang) dari bensin ke listrik. Kami juga menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU)," tutur Nelwin.
 
Bersama PT Pertamina Power Indonesia, PGE tergabung dalam subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) yang menjadi anak usaha Pertamina menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan. Pada 2030, Pertamina menargetkan 17 persen energi hijau dalam portofolionya.
 
"Tiga wilayah kerja panas bumi (WKP) yang menjadi andalan PGE, yakni wilayah kerja Kamojang yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 235 megawatt (MW), wilayah kerja Ulubelu di Lampung dengan kapasitas terpasang 220 MW, dan wilayah kerja Lahendong, Sulawesi Utara dengan kapasitas terpasang 120 MW," tutup Nelwin.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif