Ilustrasi. Foto: MI/Susanto
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto

Petani Tebu Khawatir dengan Rencana Impor Gula Pemerintah

Ekonomi impor gula
Eko Nordiansyah • 19 November 2020 08:59
Jakarta: Pemerintah akan membuka impor garam dan gula secara langsung untuk kebutuhan industri. Dengan demikian, industri makanan dan minuman bisa lakukan impor kedua komoditas tersebut tanpa melalui importir terdaftar.
 
Kebijakan ini pun mengundang reaksi dari petani tebu lokal. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengatakan kebijakan tersebut dikhawatirkan akan membuat gula impor membanjiri Indonesia dan mengancam keberadan gula hasil petani tebu lokal.
 
"Dampaknya banyak. Kemungkinan terjadi kebocoran di pasar konsumsi akan lebih sulit ditangani," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 19 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan dibukanya keran impor gula dikhawatirkan akan membuat gula impor tersebut sulit untuk dikendalikan. Alih-alih untuk kebutuhan industri, petani khawatir gula impor tersebut akan merembes ke pasaran dan menjadi gula konsumsi.
 
"Dengan 11 Pabrik GKR saja kebocoran tidak bisa tuntas ditangani, lantas berapa jumlah industri makanan minuman yang akan mendapatkan izin impor langsung? Pasti jumlahnya akan lebih banyak. Apakah akan lebih efektif pengawasannya?" lanjutnya.
 
Dengan kebijakan ini, ia menyebut, gula hasil tebu petani lokal akan semakin sulit bersaing di pasaran. Oleh karena itu, Soemitro berharap agar pemerintah mau membuka komunikasi dengan pelaku usaha yang juga terdampak.
 
"Ujung korbannya tentu produsen gula yaitu petani tebu. Pemerintah senang sekali bikin aturan bypass, tanpa meminta pendapat semua yang kemungkinan terdampak," tutup dia.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif