Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) - - Foto: dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) - - Foto: dok Kementan

Mentan Pastikan Kawasan Food Estate Terapkan Teknologi Pertanian Modern

Ekonomi ketahanan pangan Kementerian Pertanian teknologi pertanian berita kementan Food Estate
Eko Nordiansyah • 10 Oktober 2020 15:41
Jakarta: Pemerintah mulai membangun kawasan lumbung pangan (food estate) demi menjaga stok pangan nasional di tengah dampak pandemi covid-19. Pengembanganfood estateini salah satunya berlokasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kawasanfood estatedi Provinsi Kalteng akan menjadi lahan percontohan bagi lumbung pangan lainnya. Hal ini karena akan menerapkan teknologi pertanian modern yang berbeda dengan cara konvensional.

 
"Hari ini Bapak Presiden hadir di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk melihat progres pengerjaan food estate yang kita rencanakan hadir di Kalimantan Tengah ini," ujar Syahrul saat meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, dalam keterangan resminya, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menerapkan teknologi, kawasan tersebut juga menerapkan model bisnis berbasis korporasi pertanian. Nantinya akan dilakukan pengembangan lumbung pangan secara terintegrasi mencakup berbagai komoditas seperti tanaman pangan, perkebunan, hortikultura bahkan peternakan di suatu kawasan.
 
"Bapak Presiden bahkan sedikit menekankan bahwa rakyat (petani) nantinya jangan jual gabah lagi harus jual beras. Artinya semua harus hilirisasi dan industrinya harus dirancang dengan baik," ungkap dia.
 
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan dalam proyek lintas kementerian ini, penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.

 
Adapun kelompok tani akan menggarap lahan seluas 100 hektare (ha) dengan lahan per 1.000 ha akan digarap oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan). Kemudian korporasi menggarap lahan dengan luas 10 ribu ha.
 
"Begitu banyak koreksi selama di lapangan. Kami secara serentak akan turun tetapi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Tengah serta para bupati tentu akan menjadi utama dalam penanganan pangan yang ada," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif