Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

310 Koperasi Siap Jadi Penggerak di Ekosistem Digital

Ekonomi koperasi transformasi digital
Ilham wibowo • 08 Oktober 2020 15:30
Jakarta: Kementrian Koperasi dan UKM telah membuat wadah agar koperasi konvensional bisa segera bertransformasi di ekosistem digital. Gerakan inovasi pemanfaatan teknologi informasi ditargetkan bisa merangkul 500 organisasi koperasi hingga akhir 2020.
 
"Saat ini koperasi yang sudah siap masuk untuk berperan aktif dalam gerakan inovasi digital ini ada sekitar 310 koperasi dari 14 provinsi, mereka siap untuk mendukung dan masuk untuk join dalam gerakan ini," kata Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop UKM Rulli Nuryanto dalam diskusi virtual, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Meski masih jauh dari jumlah ideal, penggerak koperasi digital ini diharapkan bisa signifikan menularkan kesusksesannya dalam pengelolaan modern di berbagai daerah. Dari 123 ribu koperasi yang terdaftar di pemeritah, hingga saat ini baru 0,73 persen yang telah mengenal pemanfaatan internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih banyak PR kita untuk mendorong koperasi untuk masuk ke ekosistem digital," ujarnya.
 
Rulli menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rumah koperasi digital yang bisa diakses di idxcoop.kemenkopukm.go.id. Portal tersebut nantinya menjadi wadah pertukaran informasi dan pengetahuan untuk menciptakan pengelolaan koperasi modern.
 
"Melalui portal itu nanti ada beberapa penyedia aplikasi yang bersedia menggratiskan penggunaan kontennya selama setahun bagi koperasi. Kami juga siap berikan fasilitas berupa pelatihan peningkatan SDM, baik secara online atau offline," ucap Rulli.
 
Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) Firdaus Putra menambahkan, pihaknya optimistis bahwa koperasi modern akan mampu memperoleh banyak keuntungan. Harapan besar agar koperasi di Tanah Air bisa bertumbuh besar seperti di Belanda bisa terwujud.
 
"Kesuksesan koperasi di tempat lain bisa ditiru atau diduplikasi oleh koperasi lainnya. Ini ada banyak rumus sukses tentang bagaimana cara membangun koperasi yang besar, lalu rumus itu diambil dan digunakan oleh koperasi lainnya," ujar Firdaus.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif