Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dok MI/Adam Dwi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: dok MI/Adam Dwi.

Luhut Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Papua Barat Tak Molor

Annisa ayu artanti • 12 Agustus 2022 11:09
Sorong: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah Papua Barat berjalan sesuai rencana.
 
Ada beberapa infrastruktur yang menjadi konsen Luhut dalam rapat koordinasi dan kunjungan kerjanya di Bumi Cendrawasih itu. Beberapa di antaranya adalah:
  1. Jalan Trans Papua yang akan dibangun sepanjang 3.462 kilometer (km).
  2. Jalan strategis di Papua Barat.
  3. Bandar Udara Siboru Fak Fak.
  4. Pelabuhan Sorong Existing dan Pelabuhan Arar.
  5. Pelabuhan Waisai.
  6. Bandar Udara Perairan (Seaplane).
  7. Infrastruktur biru sumber daya air.
  8. Proyek Tangguh LNG Train 3.
  9. Pengembangan ekonomi kawasan.
Jika proyek-proyek itu berjalan sesuai rencana, menurutnya akan mengerek perekonomian. "Melalui pembangunan-pembangunan ini, bukan hanya dapat meningkatkan konektivitas dan keterisolasian, tetapi juga memajukan wilayah di Papua Barat," kata Luhut, dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Baca juga: Pembahasan RUU Pemekaran Papua Barat Daya Diizinkan Saat Reses

Namun, ia berpesan agar Papua Barat tetap menjaga karakteristik alam dan budayanya sebagai ciri khas daerah. Luhut juga menekankan pembangunan di Papua Barat untuk bisa memaksimalkan Tingkat Kandungan Dalan Negeri (TKDN), seperti menggunakan aspal buton dalam pembangunan jalan.
 
Pemesanan produk dalam negeri itu dapat dipesan melalui aplikasi belanja daring yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP), yaitu E-Katalog. "Memanfaatkan E-Katalog berarti mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan industri untuk tumbuh," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, melihat sumber daya alam yang melimpah di Papua Barat, Luhut mengungkapkan di masa mendatang juga akan dilakukan hilirisasi atau downstream industri di Papua Barat. Hilirisasi itu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, meningkatkan value added, dan membuka lapangan kerja.
 
"Salah satu hilirisasi yang dapat dilakukan adalah dengan Proyek Tangguh LNG Train 3. Ketersediaan gas yang melimpah di Papua Barat dapat dimanfaatkan dengan pendirian pabrik petrokimia pada Kawasan Industri Onar di Teluk Bintuni," jelasnya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif