Ilustrasi industri tekstil - - Foto: dok Kemenperin
Ilustrasi industri tekstil - - Foto: dok Kemenperin

Dukung Keberlanjutan Global, Industri Tekstil Perlu Manfaatkan Teknologi Hijau

Husen Miftahudin • 27 November 2021 18:57
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri untuk menggunakan pendekatan ramah lingkungan dan keberlanjutan secara global.
 
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan penerapan teknologi industri hijau akan memacu efektivitas dan efisiensi dalam proses produksi di sektor manufaktur.
 
"Sebagai salah satu sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT nasional perlu meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan melalui penerapan standar mutu produk dan sistem manajemen mutu, serta memperhatikan prinsip-prinsip industri hijau," ujar Doddy dalam siaran persnya, Sabtu, 27 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doddy menegaskan, komitmen pemerintah terkait penerapan industri hijau di sektor tekstil telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 13 Tahun 2019 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Tekstil, Pencelupan, Pencapan, dan Penyempurnaan.
 
"Kehadiran standar industri hijau ini menjadi bukti komitmen dari pemerintah dalam membina industri nasional ke arah pembangunan berkelanjutan," sebutnya.
 
Pembinaan yang telah dilakukan, antara lain terkait pemilihan bahan baku, bahan penolong, energi, air, proses produksi, produk, kemasan, limbah, dan emisi gas rumah kaca. Selain itu, dilakukan pembinaan di tataran manajemen perusahaan seperti kebijakan dan organisasi perencanaan strategis, pelaksanaan dan pemantauan, tinjauan manajemen, tanggung jawab sosial perusahaan, serta ketenagakerjaan.
 
"Upaya pembangunan berkelanjutan telah menjadi tren global, yang perlu diamati dan diadopsi oleh industri nasional, termasuk sektor TPT," tutur Doddy.
 
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah berkomitmen akan terus mendorong sektor industri TPT nasional agar bertransformasi menuju industri 4.0 dan secara sinergis memenuhi standar industri hijau untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
 
"Industri National Lighthouse yang telah melakukan transformasi industri 4.0 melaporkan efisiensi hingga 70 persen untuk pengeluaran cost yang non-produktif, kemudian 6-15 persen efisiensi di lini produksi, peningkatan produktivitas hingga 4-8 persen, penurunan 30 persen reject ratio, 4,8 persen efisiensi energi, serta peningkatan produktivitas SDM hingga lebih dari 12 persen papar Doddy.

 
Guna mendorong perusahaan TPT di Tanah Air dapat menerapkan teknologi industri hijau, Kemenperin telah menggelar kegiatan Diseminasi Teknologi Industri TPT 2021 Kegiatan yang dilakukan secara virtual ini diikuti sebanyak 250 peserta dari kalangan pelaku industri TPT, asosiasi, pemerintah daerah, civitas akademisi, lembaga penguji, serta kementerian dan lembaga.
 
Selain itu, Kemenperin juga telah menginisiasi kebijakan substitusi impor dengan tujuan untuk memperbaiki neraca perdagangan nasional, terutama bagi bahan baku dan bahan penolong yang menjadi tulang punggung industri pengolahan nasional.
 
"Substitusi impor ini diharapkan tidak hanya memacu peningkatan konsumsi bahan baku dan bahan penolong lokal, namun juga memacu industri nasional dalam mengisi kekosongan pada struktur industri yang selama ini diisi dengan cara impor," pungkas Doddy.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif