Ilustrasi area kerja Pertamina Hulu Mahakam. Foto: dok Pertamina.
Ilustrasi area kerja Pertamina Hulu Mahakam. Foto: dok Pertamina.

Insentif Hulu Migas Genjot Produksi Blok Mahakam

Desi Angriani • 03 Desember 2021 12:34
Jakarta: PT Pertamina Hulu Mahakam memperoleh peringkat pertama dari SKK Migas Award untuk kategori Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan produksi di atas 50 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Peningkatan produksi tersebut tak terlepas dari insentif hulu migas yang diterima oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.
 
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan realisasi produksi di Blok Mahakam menjadi bukti insentif dari pemerintah berhasil menggenjot produksi migas.
 
"Kita bersyukur dengan capaian ini. Ini membuktikan insentif merupakan katalis positif pada kinerja kontraktor KKS," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mendapatkan penghargaan kategori KKKS dengan produksi di atas 50 ribu BOEPD, PT Pertamina Hulu Mahakam juga mendapatkan penghargaan The Best Initiatives on Cost Optimization.
 
"Ini membuktikan insentif selain meningkatkan produksi juga membuat biaya lebih efisien," ujar Julius.
 
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam Agus Amperianto mengungkapkan pihaknya sudah menerima beberapa insentif dari pemerintah.

Berikut insentif yang diterima Pertamina Hulu Mahakam:

Perubahan First Tranche Petroleum (FTP) dari 20 persen ke lima persen.
Investment credit 17 persen.
Depresiasi dipercepat pada tahun terakhir Production Sharing Contract (PSC).
Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Insentif pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) hulu migas.
 
Insentif yang diberikan pemerintah tersebut memungkinkan Pertamina Hulu Mahakam melakukan pengeboran sumur pengembangan baru sebanyak 540 sumur dari perkiraan awal hanya 17 sumur.
 
"Tanpa insentif, produksi akan turun secara signifikan sejak 2021 karena sangat terbatasnya program pemboran dan pengembangan baru. Namun, dengan insentif, Mahakam dapat menahan laju penurunan produksi sehingga dapat menjaga produksi di atas 500 MMscfd hingga beberapa tahun ke depan dan dapat melanjutkan operasi di Mahakam hingga akhir kontrak di 2037," jelas dia.
 
Karena itu, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan terus menggodok berbagai insentif yang bisa diberikan bagi kegiatan operasi migas. Di antaranya perubahan bagi hasil (split) yang lebih baik bagi kontraktor, besaran FTP, dan pembebasan dari kewajiban pasok dalam negeri untuk waktu tertentu (Domestic Market Obligation/DMO holiday) hingga perpajakan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif