Hingga kini, genangan air belum sepenuhnya surut, membuat aktivitas warga terhenti dan memaksa sebagian dari mereka mengungsi demi keselamatan keluarga.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk turun tangan membantu. Salah satunya Jhonlin Group yang menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Solidarity for Humanity bagi warga terdampak banjir.
Penyaluran bantuan di tengah situasi darurat
Penyaluran bantuan dilakukan di Aula Kecamatan Sungai Tabuk dengan melibatkan aparat kepolisian dan relawan.Warga yang terdampak banjir berkumpul untuk menerima bantuan sesuai data yang telah diverifikasi.
“Kami dari Jhonlin Grup. Kami menyampaikan amanah bantuan dari perusahaan kami untuk bapak ibu. Untuk teknis pengambilannya, kita panggil sesuai nama. Kemudian isi datanya. Terus serah terima. Terus nanti bapak ibu boleh memperlihatkan KTP bukti penerimanya,” jelas kordinator.
| Baca juga: Solidarity for Humanity, Jhonlin Group Kirim 40 Relawan Bantu Aceh |
Warga belum bisa beraktivitas normal
Banjir yang berlangsung cukup lama membuat warga belum bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan bersekolah.Ketinggian air yang sempat mencapai lutut orang dewasa membuat rumah dan perabotan terendam.
“Di rumah untuk kebutuhan sehari-hari. Ini sangat membantu untuk belanja hari-hari. Di rumah saya masih masuk sepaha padahal rumah sudah tinggi. Dua hari ini sudah surut. Semoga cepat surut nggak usah mengungsi,” kata Nurul, warga Sungai Tabuk.
Hal serupa disampaikan warga lain yang terdampak cukup parah akibat banjir berkepanjangan.
“Banjir sudah sekitar setangah bulan lebih, tingginya selutut kaki orang dewasa. Ya jadi enggak bisa beraktivtas, jadi nggak bisa bekerja, nggak bisa anak sekolah. Bantuan Jhonlin Grup ini untuk perbaikan rumah buat beli alat rumah yang hanyut,” ucap M Rifani.
Bantuan jadi penopang kebutuhan harian
Di tengah keterbatasan akses dan aktivitas, bantuan yang diterima warga ini mayoritas digunakan sebagai penopang utama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari."Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih dulu bantuan ini, bantuan ini untuk makan sehari-hari karena untuk beraktivitas itu belum bisa. Jalan masih terendam. Karena saya kan jualan ikan tapi untuk turun itu nggak bisa. Sudah 15 hari di rumah aja,” kata Pathul.
Seperti diketahui, melalui program Solidarity for Humanity, Jhonlin Group menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar sebagai bentuk dukungan nyata bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Banjar.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi warga sekaligus menjaga ketahanan kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat, terutama saat aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News