Ilustrasi. Foto: Dok. Kemenperin
Ilustrasi. Foto: Dok. Kemenperin

Industri Tekstil RI Perlu Bertransformasi Hadapi Masa Pascapandemi

Eko Nordiansyah • 15 Desember 2020 16:46
Jakarta: Industri tekstil Tanah Air didorong untuk melakukan transformasi bisnis agar mampu beradaptasi dengan bisnis pascapandemi. Terlebih selama pandemi covid-19 berlangsung, hampir seluruh industri terdampak tak terkecuali industri tekstil.
 
"Dengan adanya pandemi covid-19, kami ingin turut berkontribusi dalam mendorong transformasi industri tekstil Tanah Air sehingga para pelaku industri dapat beradaptasi dengan baik di era new normal," kata Perwakilan Cotton Council International (CCI) Indonesia Andy Do dalam keterangan resminya, Selasa, 15 Desember 2020.
 
Untuk itu, CCI Indonesia bersama dengan asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dan produk kapas manufaktur di seluruh dunia dengan merekan dagang Cotton USA mengadakan seminar online untuk mengedukasi dan mendorong transformasi industri tekstil Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami selalu berkomitmen untuk meningkatkan perhatian publik terhadap pentingnya kapas berkualitas tinggi, terutama kapas asal AS yang sudah digunakan sebagai material dasar pembuatan bahan dari berbagai merek fashion internasional di dunia, termasuk di Indonesia," jelas dia.
 
Dalam seminar ini, Cotton USA memberikan informasi terkait US Cotton Trust Protocol (USCTP) yang menetapkan standar baru untuk kapas yang ditanam secara lebih berkelanjutan. USCTP merupakan pelengkap program-program keberlanjutan yang sudah dibuat sebelumnya dan didesain untuk sejalan dengan lingkungan pembudidayaan massal kapas AS.
 
Tujuan dari program ini adalah untuk membuktikan, mengukur, dan memverifikasi kredensial keberlanjutan yang terus meningkat dari kapas AS. USCTP merupakan wujud dukungan bagi para pelaku industri garmen dan merupakan pelengkap program keberlanjutan yang ada dan dirancang dari bawah ke atas agar kompatibel dengan lingkungan pertanian massal kapas AS.
 
"Kami yakin bahwa yang USCTP dapat diberikan kepada pelaku industri adalah peningkatan ketersediaan sumber kapas dan keragaman yang belum pernah ditawarkan sebelumnya. Walaupun dengan adanya pandemi covid-19," ungkap Executive Director dari CCI Bruce Atherley.
 
Tak hanya itu, CCI Indonesia juga ingin memberikan sistem yang ramah pengguna dan dapat memberikan data yang diverifikasi dan berkualitas, sehingga para pelaku industri dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku dan tren konsumen.
 
"Pemahaman yang baik akan pentingnya penggunaan kapas asal AS yang berkualitas tentunya juga akan membantu pengusaha lokal dalam pelaku industri di Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka, terutama pascapandemi, para pelaku industri harus melakukan penyesuaian pada bisnis mereka dan mengikuti perubahan tren yang ada, dan tentunya dalam memilih kapas berkualitas yang akan digunakan untuk proses produksi mereka," tutup Andy Do.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif