Ketua DPP Partai NasDem Bidang Migran, Yulisa Baramuli meminta Pemerintah memperhatikan keberlanjutan nasib pekerja migran Indonesia yang saat ini dalam kondisi ekonomi yang sulit karena terdampak pandemi covid-19. Persoalan ini membutuhkan kerja sama seluruh stakeholders.
"Sejak pandemi penempatan pekerja migran Indonesia menurun drastis. Ditambahkan kemudian aturan dalam negeri yang kita susun belum disambut baik oleh negara penempatan pekerja migran," kata Yulisa dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 18 April 2021.
Yulisa menilai, sejak pandemi Indonesia sebagai salah satu negara paling banyak mengirimkan pekerja migran ke berbagai negara seperti limbung. Belum lagi sebelum pandemi beberapa aturan yang disusun dalam negeri tidak bersambut baik dengan negara tujuan pekerja migran mencari rezeki. Ini membuat penempatan pekerja migran Indonesia hanya 15 persen dari tahun sebelum pandemi.
Yulisa melihat ada beberapa negara yang sudah dibuka untuk pekerja migran tetapi pekerja Indonesia belum bisa masuk. Yulisa mengusulkan bagi negara yang penempatan sudah dibuka Badan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenaker, sebaiknya langsung membuat langkah agar para pekerja kita bisa ditempatkan.
"Seperti Hongkong dan Taiwan. Jangan sampai kita tidak bisa menempatkan sementara negara lain yang jadi pesaing kita bisa. Contohnya sekarang Filipina sudah mulai melakukan penempatan di Taiwan," kata Yulisa.
Yulisa Juga menambahkan, jika persoalannya covid 19, pemerintah diminta memberi perhatian bagi tenaga kerja yang akan berangkat di vaksin terlebih dahulu. Namun jika masalahnya di peraturan perlu dilakukan peninjauan kembali agar tidak merugikan semua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News