Ilustrasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro - - Foto: dok MI
Ilustrasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro - - Foto: dok MI

Gagal Terima Banpres Produktif, Manfaatkan Saja Program Ini!

Ekonomi kur bansos Kementerian Koperasi dan UKM
Ilham wibowo • 27 Oktober 2020 14:25
Jakarta: Program Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) menjadi incaran puluhan juta masyarakat Indonesia. Daftar calon penerima mencapai 28 juta orang atau melebihi target pemerintah yang hanya 12 juta pada 2020.
 
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut masyarakat yang gagal menerima bantuan tersebut bisa memanfaatkan program dana murah lainnya seperti kredit usaha rakyat (KUR) super mikro hingga menarik pinjaman di koperasi.

 
"Nah bagi mereka yang masih membutuhkan modal kerja murah bisa meminjam di koperasi dan juga sekarang ada kredit usaha rakyat (KUR) yang super mikro yang di bawah Rp10 juta dengan bunga nol persen sampai Desember," ungkapnya dalam diskusi virtual, Selasa, 27 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teten mengungkapkan KUR Super Mikro merupakan program baru dari pemerintah untuk membantu permodalan usaha di tengah tekanan pandemi covid-19. Plafon yang bisa dimanfaatkan lebih besar dibandingkan program Banpres Produktif.
 
KUR Super Mikro tersebut juga ditujukan agar penerimanya tetap bisa melanjutkan usaha dan menciptakan lapangan kerja mandiri. Program ini juga diyakini bisa membantu debitur dalam meningkatkan eskalasi bisnis terutama mereka yang mampu bertahan.
 
"Nah jadi saya kira bisa memanfaatkan ini juga dan itu cukup dan lebih besar bahkan. Lalu ada Permodalan Nasional Madani (PNM) program Mekaar yang juga bisa membantu usaha mikro," ujar Teten.
 

Sebelumnya Teten mengaku mencari cara agar penerima bantuan dana hibah sebesar Rp2,4 juta per pengusaha mikro bisa ditambah hingga 15 juta pada tahun ini. Usulan itu juga sudah disampaikan ke DPR agar sisa anggaran pemulihan ekonomi dapat dialokasikan sebagai tambahan penerima banpres 2021 sebanyak 20 juta.

 
"Kalau ada sisa anggaran pemulihan ekonomi nasional atau sisa anggaran kementerian bisa dialokasikan tidak bisa tambah dari 12 ke 15 juta. Kami di rapat dengan DPR sudah mengajukan untuk 20 juta untuk tahun depan," kata Teten.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif