Ilustrasi aksi buruh - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi aksi buruh - - Foto: MI/ Ramdani

Besok, 50 Ribu Buruh Berencana Turun ke Jalan

Ekonomi Demo Buruh buruh Upah UU Cipta Kerja
Annisa ayu artanti • 30 April 2021 14:31
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana melakukan aksi turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh Nasional, 1 Mei, besok. Dalam aksinya besok, 50 ribu buruh menyuarakan agar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) diberlakukan tanpa syarat dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tidak dihilangkan.
 
Selain itu, kaum buruh juga akan menyinggung soal kenaikan upah minimum harus berdasarkan inflasi plus pertumbuhan ekonomi, dan setiap lima tahun sekali Kebutuhan Hidup Layak (KHL) ditinjau ulang.
 
"Upah minimum di Indonesia paling tinggi di ASEAN adalah tidak benar, karena UMK di Indonesia diatur secara regional, setiap Kota/Kabupaten beda UMK-nya. Terbesar (Jabodetabek) di kisaran Rp4,2 juta per bulan, tapi ada terkecil seperti di Pangandaran, Ciamis, Kuningan, dan sebagainya yang UMK-nya berkisar Rp1,8 juta per bulan," jelas Presiden KSPI Said Iqbal, dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.
 
Dia menjelaskan, apabila seluruh upah diratakan, UMK di Indonesia justru hanya berkisar Rp2,2 juta per bulan. Angka ini, ujar Iqbal, lebih rendah dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Selain itu, para buruh juga akan menyoroti terkait soal pesangon.
 
Adapun pada 1 Mei 2021 setidaknya akan ada kurang lebih 50 ribu buruh yang mengikuti aksi ini. Mereka tersebar dari 3.000 perusahaan atau pabrik, 200 kabupaten/kota, dan 24 provinsi.
 
"Aksi buruh yang dilakukan di berbagai daerah wajib mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, seperti melakukan rapid antigen, menggunakan masker, hand sanitizer, hingga menjaga jarak," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif