Ilustrasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi - - Foto: Medcom

Mendag Baru Diminta Buka Keran Perdagangan RI ke Kancah Global

Ekonomi Reshuffle Kabinet Kementerian Perdagangan M.Lutfi
Insi Nantika Jelita • 22 Desember 2020 22:28
Jakarta: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang baru saja ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan Agus Suparmanto diminta untuk meningkatkan kualitas perdagangan RI di mata dunia.
 
Ekonom Indef Bhima Yudhistira berharap pergantian menteri perdagangan dapat meningkatkan membuka kerang perdagangan Indonesia di kancah global.

 
"Ini kan yang paling utama ialah membuka porsi produk indonesia secara global lebih luas. Perlu market intelligence yang baik agar bisa melihat peluang kerja sama dagang. Perdagangan kita harus makin berkualitas," ujar Bhima dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa 22 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bhima menurutkan peran Mendag juga harus bisa memenuhi kebutuhan riil pasar yang ada di luar negeri. Hal itu memerlukan jaringan yang kuat dengan menggandeng banyak pihak.
 
"Harus lihat negara mana saja yang membutuhkan produk unggulan indonesia. Nah itu kementerian perdagangan bisa kerja sama dengan atase perdagangan di negara penempatan. Kerja sama dengan investor atau lembaga dunia," kata Lutfi.
 
Bhima juga menyebut, faktor terpilihnya presiden Amerika Serikat, Joe Biden diperkirakan menurunkan tensi perang dagang dan hambatan perdagangan selama ini. Hal ini menjadi peluang Indonesia agar menyeimbangkan kekuatan pasar di Asia.
 
"Tentunya juga harus menyesuaikan kebijakan multilateral pascaterpilih Joe Biden ini. Bagaimana indonesia bisa menyeimbangkan antara perjanjian dagang RCEP dengan perjanjian dagang lain yang dimotori AS. Lalu bagaimana meningkatkan nilai ekspor," terang Bhima.
 
Sebelumnya, dalam keterangan resmi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia pada November lalu menyebut, harga beberapa komoditas andalan ekspor RI bakal meningkat akibat pemulihan sebagian negara mitra dagang. Ekspor ke ASEAN dan Amerika Serikat naik masing- masing sebesar 8,6 persen dan 4,9 persen.

 
Pada kuartal III-2020, ekspor non-migas ke Tiongkok naik 7,9 persen. CORE juga melihat penurunan impor paling tajam terjadi pada impor bahan baku sebesar 19,7 persen dan barang modal 20,3 persen. Di 2021, ekspor diproyeksi tumbuh lebih tinggi, sejalan dengan pemulihan ekonomi global, termasuk negara-negara mitra dagang Indonesia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif