Pencapaian tersebut memperpanjang tren profitabilitas Perseroan yang telah mencatatkan laba secara konsisten dalam dua tahun terakhir. Kinerja itu ditopang oleh penguatan fundamental bisnis, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin.
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, mengatakan hasil kinerja semester I 2026 mencerminkan strategi Perseroan yang mengutamakan kualitas pertumbuhan dibandingkan ekspansi agresif.
"Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif. Kami percaya fondasi yang kuat merupakan prasyarat utama untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Eri.
Pendapatan komisi dan transaksi QRIS meningkat
Sepanjang semester I 2026, BNC mencatatkan total aset sebesar Rp17,45 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp12,30 triliun. Dana tabungan juga meningkat 2,10 persen secara tahunan menjadi Rp3,39 triliun.Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp1,11 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) naik 6,77 persen menjadi Rp59,66 miliar.
Salah satu pertumbuhan tertinggi berasal dari layanan QRIS. Jumlah transaksi meningkat 124 persen, dari 119,3 juta transaksi pada semester I 2025 menjadi 267,4 juta transaksi pada periode yang sama tahun ini.
Sementara itu, pendapatan dari transaksi QRIS melonjak 246 persen menjadi Rp25,8 miliar, dibandingkan Rp7,4 miliar pada semester I 2025.
| Baca juga: Kinerja Menguat Sepanjang 2025, Bank Neo Commerce Tegaskan Arah Pertumbuhan Berkelanjutan |
Efisiensi dan permodalan makin kuat
Dari sisi efisiensi, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik menjadi 82,31 persen dari 84,81 persen pada semester I 2025. Return on Assets (ROA) juga meningkat menjadi 3,23 persen dari 3,09 persen.
Kualitas kredit turut membaik dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross turun menjadi 2,99 persen dari 3,10 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 50,23 persen dibandingkan 41,27 persen pada semester I 2025. Modal inti Perseroan juga tumbuh 14,52 persen menjadi Rp4,20 triliun.
Fokus perkuat kredit konsumer dan UMKM
Dalam penyaluran pembiayaan, total kredit BNC tercatat sebesar Rp7,13 triliun atau turun 11,79 persen dibandingkan semester I 2025. Penurunan terutama berasal dari segmen komersial dan korporasi seiring langkah Perseroan mengoptimalkan portofolio kredit.Di sisi lain, kredit kepada segmen konsumer dan UMKM justru meningkat 6,68 persen menjadi Rp5,80 triliun dari Rp5,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Eri, ke depan BNC akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan kinerja, teknologi, dan kepercayaan. Perseroan juga berencana memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan layanan kepada nasabah sekaligus memperkuat keamanan sistem digital.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda