Hal ini terlihat dari meningkatnya konsumsi selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 yang lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Laporan Mandiri Institute mencatat Mandiri Spending Index (MSI) tumbuh 2,9 persen dibandingkan periode pra-Ramadan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,8 persen, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
Kelas menengah jadi motor utama konsumsi
Penguatan konsumsi terutama ditopang oleh kelompok menengah yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,1 persen, lebih tinggi dari kelompok bawah sebesar 2,1 persen dan atas sebesar 2,6 persen. Data ini menegaskan peran strategis kelompok menengah dalam menjaga momentum konsumsi domestik.Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pertumbuhan belanja kelompok menengah tercatat 1,4 hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Kondisi ini menunjukkan kontribusi signifikan kelas menengah sebagai penggerak utama konsumsi, khususnya pada periode pencairan tunjangan hari raya (THR).
| Baca juga: Life Hack dengan Trik Belanja Hemat Akhir Tahun |
“Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja, khususnya pada periode THR, sehingga berkontribusi besar terhadap penguatan konsumsi secara keseluruhan,” ujar Asmo sapaan akrab Andry Asmoro, dalam keterangan resminya, Kamis, 16 April 2026.
Gen Z paling agresif dalam belanja
Jika dilihat berdasarkan usia, konsumsi utamanya didorong oleh kelompok generasi muda. Mandiri Institute mencatat, tingkat konsumsi generasi Gen Z tumbuh 4,4 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok usia Milenial sebesar 3 persen dan Gen X sebesar 1,4 persen.Dari sisi jenis belanja, pertumbuhan belanja didominasi oleh sektor non-esensial seperti fashion (6,4 persen), beauty care (4,9%), dan elektronik (4,7 persen). Hal ini berbeda dengan periode Ramadan-Lebaran 2025, dimana kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu belanja dengan pertumbuhan tertinggi.
“Kenaikan pada kategori ini mencerminkan peningkatan kepercayaan diri masyarakat dalam melakukan konsumsi diskresioner selama periode Ramadan-Lebaran 2026,” ujar Asmo.
Secara keseluruhan, penguatan konsumsi domestik menegaskan peran permintaan dalam negeri sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari efektivitas kebijakan pemerintah serta sinergi terintegrasi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat, termasuk melalui mekanisme distribusi THR yang berjalan lancar dan tepat waktu pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News