Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok Kemenperin.

Masih Tidak Patuh, Menperin Ancam Beberkan 24 Produsen yang Belum Salurkan Migor Subsidi

Ekonomi minyak goreng Kementerian Perindustrian Minyak Goreng Curah
Despian Nurhidayat • 15 April 2022 18:47
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah memberikan surat peringatan kepada 24 perusahaan atau produsen minyak goreng curah atau subsidi yang belum mampu menjalankan program ini dengan maksimal atau di bawah lima persen produksinya. Jika perusahaan tersebut masih belum mematuhi aturan, maka Agus mengancam akan membeberkan nama-nama perusahaan tersebut.
 
"Saya enggak bisa sebutkan siapa saja, tapi saya akan sebutkan kalau memang pada waktunya mereka masih belum patuh. Saya akan sebutkan namanya satu per satu. Saya sudah kasih surat peringatan, karena kita tegas dan serius untuk mereka harus patuhi ini," ungkap Agus saat melakukan sidak produsen dan distributor minyak goreng subsidi, dikutip Jumat, 15 April 2022.
 
Lebih lanjut, Agus bercerita bahwa pihaknya sudah mengecek beberapa distributor dan produsen minyak goreng subsidi dalam beberapa hari yang lalu. Salah satu yang dikunjungi ialah PT Bina Karya Prima yang merupakan produsen minyak goreng subsidi. Dia menegaskan bahwa ketika dia mengecek perusahaan tersebut, ternyata mereka belum memproduksi minyak goreng curah subsidi berdasarkan program pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harusnya kan ini diproduksi tiap hari, jadi mereka belum keluarkan barangnya dari pabrik. Ini juga pelajaran bagi seluruh produsen agar mulai hari ini, masing-masing produsen harus punya satu penanggung jawab program minyak goreng subsidi. Jadi enggak lagi lempar bola. Akan kami keluarkan surat edarnya," kata Agus.
 
Menurut Agus, fakta di lapangan ini hanya bisa didapatkan jika pemerintah hadir dan melakukan pengawasan atau sidak. Jika tidak diawasi, beberapa penyalahgunaan tentu akan terjadi.
 
"Tadi juga distributor yang kita kunjungi PT Multimas Nabati Asahan Pulogadung mengalami kesalahan input data yakni salah alamat. Ini juga kalau salah alamat, saya khawatir ada kesalahan lain di luar alamat, bisa saja distribusi dan lainnya," ujarnya.
 
"Untuk distributor dan pengecer yaitu D1 dan D2, yang punya kewenangan input data itu produsen. Jadi produsen itu enggak punya alasan tidak mengetahui, karena yang berhak dan berwenang melakukan input data terhadap distributor hanya produsen," lanjut Agus.
 
Agus menegaskan, permasalahan yang kemungkinan besar terjadi di tingkat produsen itu salah satunya melakukan input data yang tidak akurat. Hal ini dapat dilakukan dengan input produksi program subsidi sebesar 1.000 ton tapi dimasukkan ke data SIMIRAH 2.000 ton.
 
Maka dari itu, dia menegaskan bahwa perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan melibatkan berbagai pihak agar program minyak goreng subsidi ini dapat berjalan dengan optimal.
 
"Kita harus lakukan pengawasan terus terhadap program ini. Seharusnya juga ada pihak kepolisian yang melekat di setiap proses produksi ini. Kita juga sudah mulai keluarkan kebijakan agar semua transportasi yang membawa minyak goreng curah dipasangi stiker dan QR code sehingga kita bisa tahu flow mereka ke mana dari masing-masing produsen terhadap distribusinya. Harusnya ini sudah jalan sejak Maret. Jadi semua upaya sudah kita coba lakukan oleh pemerintah untuk meminimalkan kemungkinan dari ketidakpatuhan, kenakalan dan sebagainya," pungkasnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif