Ilustrasi upah lembur. Foto : MI/Tri Handiyatno.
Ilustrasi upah lembur. Foto : MI/Tri Handiyatno.

Tak Beri Upah Lembur, Pengusaha Bisa Kena Pidana Kurungan

Ekonomi Ekonomi Indonesia pekerja asing Kemenaker UU Cipta Kerja Pengusaha
Annisa ayu artanti • 05 Mei 2022 14:03
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan pengusaha yang mempekerjakan pekerja di hari libur nasional seperti hari raya atau Lebaran tanpa memberi upah lembur akan dikenakan sanksi pidana.
 
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan dan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang menyatakan sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja pengusaha yang mempekerjakan pekerjanya pada saat libur nasional wajib membayar upah lembur.
 
"Di Pasal 187 Undang-Undang Cipta Kerja bahwa pengusaha yang tidak membayar upah lembur pada hari libur resmi (pasal 85 ayat 3), dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 bulan dan paling lama 12 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta," kata Dirjen Haiyani dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haiyani juga menjelaskan bagi pengusaha atau pemberi kerja yang mempekerjakan pekerja untuk bekerja pada hari pertama dan kedua Hari Raya Idulfitri (tanggal merah/hari libur nasional yang ditetapkan pemerintah), maka pengusaha/pemberi kerja yang bersangkutan wajib membayar upah kerja lembur.
 
Adapun upah kerja lembur tercantum dalam Pasal 78 ayat (2) UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 29 ayat (2) PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan PHK.
 
Seperti diketahui, Berdasarkan aturan pemerintah yang dikutip dari laman Instagram @kemnaker, Selasa, 3 Mei 2022 ditetapkan perhitungan upah libur menjadi dua bagian yaitu waktu kerja enam hari dan waktu kerja lima hari.
 
Untuk upah lembur pekerja dengan waktu kerja enam hari dan 40 jam per minggu perhitungan upah adalah jam pertama sampai dengan jam ketujuh dibayar dua kali upah sejam, jam kedelapan dibayar tiga kali upah sejam, dan jam kesembilan, kesepuluh dan kesebelas dibayar empat kali upah sejam.
 
Lalu, untuk pekerja dengan waktu kerja lima hari kerja dan 40 jam seminggu adalah jam pertama sampai dengan jam kedelapan dibayar dua kali upah sejam, jam kesembilan dibayar tiga kali upah sejam, dan jam kesepuluh, kesebelas, dan kedua belas dibayar empat kali upah sejam.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif