Ilustrasi bahan baku minyak goreng - - Foto: dok MI
Ilustrasi bahan baku minyak goreng - - Foto: dok MI

Ingat Bukan CPO! Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng

Ekonomi minyak sawit Kelapa Sawit CPO minyak goreng Airlangga Hartarto Ekspor CPO Bahan Baku Minyak Goreng
Eko Nordiansyah • 26 April 2022 22:01
Jakarta: Pemerintah menegaskan larangan ekspor bukan untuk Crude Palm Oil (CPO) melainkan Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Olein atau bahan baku untuk minyak goreng.
 
"Pelarangan untuk produk RBD Palm Olein untuk 3 kode HS, 15119036, 15119037, 15119039," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference, Selasa, 26 April 2022.
 
Adapun larangan ekspor RBD Palm Olein yang merupakan bahan baku minyak goreng ini akan dimulai pada 28 April pukul 00.00 WIB. Sementara, untuk produk CPO lainnya tetap diperbolehkan ekspor asalkan dari tandan buah segar (TBS) milik petani rakyat.
 
"Jadi adapun untuk yang lain ini tentunya diharapkan para perusahaan masih tetap membeli TBS dari petani sesuai harga yang wajar. Jadi ditegaskan yang dilarang adalah RBD Palm Olein yang HS nya ujungnya 36, 37, dan 39," ungkapnya.
 
Airlangga menyebut ketentuan mengenai larangan ekspor ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea Cukai bakal dilibatkan guna memonitor pelaksanaan larangan ekspor RBD Palm Olein tersebut.
 
Baca juga: Ma'ruf Amin Tegaskan Larangan Ekspor Minyak Goreng untuk Kepentingan Nasional?
 
Ia pun memastikan, Permendag yang diterbitkan nantinya akan disesuaikan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurutnya, pembatasan atau pelarangan sementara ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.
 
"Seluruh rantai pasok akan dimonitor bea cukai. Kemudian pengawasan juga diikuti oleh Satgas Pangan. Dan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan dan pengawasan terus menerus juga selama libur Idulfitri nanti. Evaluasi akan dilakukan berkala terkait penegakan pelarangan ekspor tersebut," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif