Ilustrasi - - Foto: Medcom
Ilustrasi - - Foto: Medcom

Cara Promosi Wisata Halal Indonesia Perlu Diperbaiki

Annisa ayu artanti • 22 September 2021 17:36
Jakarta: Cara pemerintah mempromosikan wisata halal Indonesia harus diperbaiki. Pasalnya, banyak yang beranggapan bahwa kata halal terlalu islami dan bisa menyebabkan islamophobia.
 
"Cara berpromosinya saja yang perlu diperbaiki," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dalam Indonesia Sharia Summit 2021, Rabu, 22 September 2021.
 
Menurutnya, menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia tidak susah, termasuk wisatawan muslim. Kunci utama menggenjot wisman saat pandemi terletak pada keberhasilan pemerintah dalam menangani covid-19. Lalu, pelonggaran PPKM yang bisa membuat industri pariwisata kembali bernafas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menarik wisatawan itu tidak ada masalah ya. Problem itu kan hanya masalah PPKM. begitu PPKM dilonggarkan sudah pasti kita bisa jalan," ungkap Hariyadi.
 
Hariyadi menambahkan, industri perhotelan dan pariwisata sudah bekerja sama dengan maskapai yaitu AirAsia untuk membuat paket-paket wisata yang menarik untuk menggaet wisatawan domestik dan luar negeri. Beberapa di antaranya adalah paket wisata ke Lombok dan Medan.
 
"Kalau dari kita creating demand itu insya allah enggak susah lah. Yang problem itu kan di PPKM-nya saja," ungkapnya.
 
Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan menambahkan menarik wisatawan muslim untuk berwisata tidak sulit melalui penerapan Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) di saat pandemi sebenarnya telah sesuai dengan esensi wisata halal.
 
"Jadi memang seperti yang saya sampaikan tema wisata halal itu secara esensi itu sejalan dengan CHSE," kata Riyanto.
 
Untuk mendorong pariwisata, Riyanto menuturkan PPHI ingin berkolaborasi dengan asosiasi pariwisata lainnya untuk bisa mengadakan suatu gerakan yaitu gerakan sehat, sejahtera bersama pariwisata.

 
"Ini yang kita bisa (lakukan) karena kita ini sekarang hidup berdampingan dengan corona. dan kita harus tetap produktif, ibadah, meningkatkan ketaqwaan sehingga bisa semangat terus optimistis terus supaya bisa bangkit dan survive," ujarnya.
 
Founder Vivi Zubedi Fashion, Vivi Zubedi juga meminta agar makna dari wisata syariah atau halal tidak dipersempit. Syariah dan halal itu bukan suatu yang terlalu agamis terlebih di Indonesia yang menjadi salah satu berpenduduk muslim terbesar di dunia. Fasilitas wisata sharia dan halal justru merupakan kebutuhan.
 
"Jangan kita persempit akal kita mengatakan sharia itu strict banget harus begini. tapi secara luas. kamar mandi dipisah dari segi travel. Kalimat Syariah bukan hal yang sangat agamis tapi lebih kepada hal hal dibutuhkan orang indonesia yang mature agama muslim," jelas Vivi.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif