Upaya Kementan merealisasikan program RJIT ini pun membuahkan hasil. Hal itu setidaknya dirasakan oleh petani di Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto: Dok. Kementan)
Upaya Kementan merealisasikan program RJIT ini pun membuahkan hasil. Hal itu setidaknya dirasakan oleh petani di Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). (Foto: Dok. Kementan)

Program RJIT Kementan Sukses Stabilkan Masa Tanam Petani Buton Utara

Patrick Pinaria • 22 Juni 2021 20:10
Buton Utara: Kementerian Pertanian (Kementan) sedang gencar menggalakkan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Program tersebut dinilai sangat penting direalisasikan karena bisa membantu menjaga kestabilan sektor pertanian Tanah Air.
 
Program RJIT ditujukan kepada para petani. Dalam program ini, para petani diharapkan bisa mengelola pertanian mereka lebih baik lagi. Terutama dalam mengatur pasokan air ketika bertani. 
 
Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam pertanian, harus selalu ada air. Oleh karena itu, ia menilai manajemen air menjadi sangat penting.

"Program RJIT merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan dari Kementan yang dilaksanakan demi mendukung manajemen air," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 22 Juni 2021.
 
Senada dengan Mentan Syahrul, Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil mengungkapkan betapa penting pengetahuan mengenai pengelolaan air dibagikan kepada para petani. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penataan air dalam sektor pertanian. 
 
Misalnya, penataan sekundernya, tata letak primernya, tata letak tersiernya, tata letak kuarternya, dan tata letak irigasi cacing yang ada, sehingga air dapat betul-betul dimanfaatkan untuk mencapai tiga kali masa panen raya.
 
Ali melanjutkan, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir. Sebab, kata Ali, tak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi.
 
“Akibatnya, efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang. Dengan begitu, produktivitas juga akan terganggu. Di sinilah pentingnya water management,” ujar Ali.
 
Melalui kegiatan ini, Ali menjelaskan jika Ditjen PSP Kementan ingin meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan, sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi. “RJIT ini bisa meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman petani," ujarnya.
 
Upaya Kementan merealisasikan program RJIT ini pun membuahkan hasil. Hal itu setidaknya dirasakan oleh petani di Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Budidaya pertanian mereka kini berjalan stabil tanpa kendala.
 
Saat ini, menurut Direktur Irigasi Dirjen PSP Kementan Rahmanto, kegiatan RJIT di Buton Utara diperuntukkan bagi Kelompok Tani Sumber Tani Jaya di Desa Waode Angkalo, Kecamatan Bonegunu dengan target seluas 80 hektare (ha). 
 
"Saluran irigasi dengan target luas layanan irigasi 80 ha dengan dimensi saluran tersier sepanjang 200 meter, lebar 80 sentimeter dan ketinggian dari dasar saluran 40 sentimeter," kata dia.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(GER)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan