Virus korona (covid-19) memaksa sejumlah konsumen di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, beradaptasi dengan gaya hidup baru. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Virus korona (covid-19) memaksa sejumlah konsumen di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, beradaptasi dengan gaya hidup baru. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Covid-19 Ubah Perilaku Konsumen Secara Signifikan

Ekonomi konsumen virus corona New Normal
Annisa ayu artanti • 06 Mei 2020 10:57
Jakarta: Virus korona (covid-19) memaksa sejumlah konsumen di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, beradaptasi dengan gaya hidup baru, yang dikenal dengan istilah The New Normal. Kebijakan social distancing dan karantina mandiri membuat masyarakat membiasakan diri dengan rutinitas yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
 
Perusahaan Analisis Data & AI ADA menganalisis lebih dari 400 ribu aplikasi di Asia dan satu juta situs dikunjungi masyarakat selama pandemi berlangsung. Dari hal tersebut terjadi perubahan drastis pada rutinitas harian masyarakat menghasilkan perilaku konsumen baru yang disebut sebagai Crisis Persona.
 
Managing Director ADA Indonesia Kirill Mankovski mengatakan social distancing di Indonesia yang berlaku sejak pertengahan Maret lalu, secara otomatis berdampak pada banyak aspek kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data dari ADA, pada akhir Februari 2020 hingga minggu ketiga Maret, aktivitas di kawasan pusat bisnis Jakarta mengalami penurunan sebesar 53 persen. Masyarakat mulai beralih berbelanja dan melakukan aktivitas secara online.
 
ADA juga mencatat peningkatan penggunaan aplikasi produktivitas meningkat lebih dari 150 persen pada pertengahan Maret dengan screen record dan aplikasi anti-virus sebagai yang paling banyak digunakan serta aplikasi produktivitas lain yang digemari oleh pengguna adalah aplikasi yang dapat menggantikan pertemuan fisik dan mempertahankan interaksi.
 
"Penerapan langkah-langkah social distancing dan gerakan sosial tidak membuat hidup kita berhenti. Banyak konsumen telah beradaptasi dengan cepat dan terus melakukan apa yang telah mereka lakukan, tetapi dengan cara digital. Misalnya bekerja, belajar, melakukan olahraga dan latihan, dan sebagainya," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Mei 2020.
 
Terkait The New Normal, Kirill juga mengatakan sejak diberlakukannya social distancing penggunaan aplikasi belanja oleh kelompok penyuka belanja juga meningkat hingga 300 persen. Ia pun memprediksi aplikasi belanja yang tengah banyak digunakan adalah aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Selain itu, bagi sebagian besar pekerja profesional Indonesia juga sudah biasa melakukan perubahan pola bekerja. Mereka berkoordinasi dari rumah masing-masing.
 
"ADA menemukan bahwa setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap keadaan baru selama pandemi ini. Melalui analisis penggunaan beberapa aplikasi, serta perubahan gerakan fisik, kami mengidentifikasi berbagai karakter berdasarkan reaksi mereka terhadap krisis,” jelas Kirill.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif