Calon penumpang sedang menunggu keberangkatan di bandara. Foto: dok MI.
Calon penumpang sedang menunggu keberangkatan di bandara. Foto: dok MI.

AP II Siapkan Protokol New Normal untuk Aktivitas Bandara

Ekonomi angkasa pura ii New Normal
Suci Sedya Utami • 18 Mei 2020 07:41
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan protokol yang mengatur aktivitas kebandarudaraan guna mengantisipasi skenario the new normal di tengah pandemi global covid-19.
 
Protokol yang disiapkan merupakan tindak dari surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang meminta para perusahaan pelat merah untuk membuat protokol tersebut.
 
Perseroan sebelumnya telah menetapkan task force atau gugus tugas penanganan wabah covid-19 dan segera merumuskan protokol penanganan covid-19 terkait tiga aktivitas kebandarudaraan yaitu operasional, pelayanan, dan komersial. Selain tentunya juga mengenai proses bisnis di internal perseroan seperti misalnya saja mengenai keputusan karyawan bekerja dari rumah dan bekerja di kantor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sesuai arahan Menteri BUMN, setiap BUMN termasuk PT Angkasa Pura II saat ini sudah diminta mempersiapkan protokol guna mengantisipasi the new normal di tengah covid-19 sejalan dengan bidang usaha masing-masing," ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin, 18 Mei 2020.
 
Awaluddin menegaskan implementasi protokol the new normal tersebut bergantung dari keputusan resmi pemerintah atau gugus tugas percepatan penanganan covid-19.
 
"Protokol the new normal BUMN memperhatikan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB] dan diberlakukan jika ada keputusan resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau dari pemerintah. Belum ada tanggal pasti pemberlakuan protokol ini, baik mengenai kapan karyawan harus kembali bekerja dari kantor serta kriteria siapa saja yang harus bekerja di kantor," ujar Awaluddin.
 
Baca: Perusahaan BUMN Diminta Jalankan New Normal 25 Mei 2020
 
Lebih lanjut ia mengatakan protokol the new normal di lingkungan kebandaraan akan lebih mengedepankan layanan dengan teknologi informasi dan memperhatikan physical distancing. Misalnya, personel AP II di bandara akan dilengkapi seragam khusus atau Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian sistem biometrik bisa saja digunakan kaitannya dengan pelayanan, keselamatan dan keamanan penerbangan. Lalu kepada maskapai dan penumpang akan diarahkan untuk lebih menggunakan self check in kiosk, mobile check in,dan web check in, dibandingkan dengan datang ke konter check in.
 
Di samping itu, protokol the new normal juga akan menyentuh aktivitas tenant komersial misalnya adanya kewajiban bagi tenant untuk menyediakan hand sanitizer, dan diarahkan untuk menerapkan transaksi secara nontunai (cashless) menggunakan kartu atau dompet elektronik, serta menerapkan prosedur physical distancing.
 
Awaluddin menuturkan timeline implementasi protokol the new normal ini akan diajukan ke Kementerian BUMN pada 25 Mei 2020.
 
"Yang jelas, kami siap mengantisipasi skenario the new normal karena memang sudah sejak empat tahun terakhir ini pengembangan bandara-bandara PT Angkasa Pura II mengarah ke digitalisasi untuk mewujudkan smart digital airport di Indonesia," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif