NEWSTICKER
Ilustrasi Pertamina Hulu Energi. Foto: dok Pertamina.
Ilustrasi Pertamina Hulu Energi. Foto: dok Pertamina.

Imbas Covid-19, Pertamina Hulu Energi Evaluasi Rencana Kerja

Ekonomi Virus Korona pertamina hulu energi
Suci Sedya Utami • 26 Maret 2020 21:40
Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) akan mengevaluasi rencana kerja di tahun ini sehubungan dengan pergerakan harga minyak dunia yang mengalami pelemahan imbas virus korona (covid-19).
 
Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan pihaknya akan mengkaji prioritas kerja di tahun ini. Meidawati mengakui memang akan ada beberapa pekerjaan dengan risiko tinggi yang sepertinya akan ditunda bahkan dibatalkan.
 
"Kami akan mengedepankan rencana kerja pengeboran eksplorasi dan development yang risikonya lebih rendah dulu untuk diutamakan," kata Meidawati pada wartawan, Kamis, 26 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, PHE berencana melakukan pengeboran di 51 sumur pengembangan dan enam sumur eksplorasi. PHE juga akan menggelar kerja ulang (work over) di 50 sumur guna mengejar target produksi minyak di tahun ini sebesar 84 ribu barel per hari (bph) dan gas 822 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
 
Target produksi migas PHE tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Pada 2019, PHE mencatatkan produksi minyak sebesar 78.002 bph dan gas 803 mmscfd. Kinerja produksi PHE tahun lalu juga lebih baik dari 2018 di mana produksi minyak 68.996 bph dan gas 794 mmscfd.
 
Dengan produksi di tahun lalu, PHE membukukan laba sebesar USD590 juta atau naik 23,68 persen dari 2018 yang sebesar USD477 juta. Sementara realisasi pendapatan sebesar USD2,67 miliar, naik sebesar 5,81 persen dari realisasi di 2018 sebesar USD2,53 miliar. Kenaikan capaian kinerja keuangan ini disokong oleh tingginya realisasi produksi migas perusahaan.
 
Terkait proyeksi produksi migas tahun ini menyusul jatuhnya harga minyak, Meidawati mengaku belum dapat memastikannya. Pihaknya masih akan tetap berupaya agar target yang ditetapkan tersebut dapat terealisasi. Selain itu, pergerakan harga minyak cenderung fluktuatif.
 
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin, kan masih ada sembilan bulan. Kami juga berharap semua permasalahan akan berakhir dan harga minyak kembali lagi di atas USD50 per barel,” ujar dia.
 
Lebih lanjut, selain evaluasi rencana kerja, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga akan melakukan renegosiasi kontrak barang dan jasa dengan pihak ketiga. PHE juga akan melakukan efisiensi biaya operasi yang tidak mengganggu faktor Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dan berdampak langsung pada produksi serta kesejahteraan pekerja.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif