Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Generasi Muda Menggali Kreativitas dalam Menciptakan Keselamatan Berlalu Lintas

Ade Hapsari Lestarini • 03 Desember 2022 10:27
Jakarta: Generasi muda penerus bangsa, mahasiswa, berperan penting untuk mewujudkan penurunan tingkat kecelakaan lalu lintas yang mayoritasnya melibatkan usia produktif. Kementerian BUMN pun terus mendorong secara maksimal munculnya talenta kreatif generasi muda.
 
"Negara ini membutuhkan generasi muda untuk mengembangkan knowledge base economy," ujar Asisten Deputi Bidang Jasa Asuransi dan Dana Pensiun Kementerian BUMN, Anindita Eka Wibisono, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Sehingga, lanjut dia, akan lahir banyak inovasi yang dibutuhkan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain. Generasi muda harus dapat mengembangkan ide inovasi karena itu akan menjadi kekuatan di masa depan untuk bersaing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anindita mengatakan, Kementerian BUMN mendorong Jasa Raharja dan stakeholder lainnya untuk menciptakan ekosistem dan roadmap keselamatan berlalu lintas yang selaras, terkoordinir dan berkelanjutan.
 
Ia menilai, Jasa Raharja sebagai bagian dari pilar ke-1, yaitu Sistem yang Berkeselamatan, telah menginisiasi upaya untuk menggali ide dan kreativitas sebagai pendekatan baru dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas.
 
Baca juga: Jasa Raharja-PNM Bersinergi Tekan Angka Kecelakaan

"Upaya ini dibalut dalam bentuk kompetisi JR-Rovation, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung tujuan keselamatan berlalu lintas," ungkapnya.
 
Menurut Anindita, JR-Rovation menjadi salah satu wadah inovasi mahasiswa dalam menciptakan sesuatu yang baru untuk mendukung keselamatan berlalu lintas di jalan raya. "Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu tujuan nomor empat Pendidikan yang Berkualitas, tujuan nomor delapan, Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak, serta tujuan nomor 17 yaitu Kemitraan dalam Mencapai Tujuan," ujarnya.
 
Dia berharap, inovasi terbaik pada ajang JR-Rovation dapat terus dikembangkan, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan di Indonesia.
 
Generasi Muda Menggali Kreativitas dalam Menciptakan Keselamatan Berlalu Lintas

JRRovation tekan angka kecelakaan lalu lintas

Jasa Raharja telah menggelar final Road Safety Innovation (JRRovation) di The Ice Palace Jakarta, pada Kamis, 1 Desember 2022. Agenda tersebut merupakan puncak dari rangkaian kompetisi yang telah digelar sejak beberapa bulan lalu. Dari 10 finalis yang masuk ke babak final, dewan juri menetapkan juara 1-3 dari masing-masing kategori.
 
Adapun untuk Kategori sains, juara pertama diraih oleh Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, juara kedua Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan juara ketiga dimenangkan oleh Universitas Negeri Semarang. Kategori Sosial, juara pertama disabet oleh Universitas Gajah Mada UGM), juara kedua dari Universitas Bengkulu, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih juara ketiga.
 
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Munadi Herlambang mengatakan, melalui JR-Rovation, Jasa Raharja memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.
 
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa bisa menyampaikan karyakarya terbaik meraka, yang nantinya tidak menutup kemungkinan untuk dipergunakan sebagai alat pendukung instansi berwenang dalam menanggulangi kecelakaan lalu lintas," jelasnya.
 
Munadi menyampaikan, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, sebagian besar terjadi melibatkan usia produktif, yaitu 15-24 tahun. "Hal ini salah satu yang melandasi Jasa Raharja untuk menginisiasi sebuah program kompetisi ide inovasi, salah satu implementasi dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," kata dia.
 
JR-Rovation merupakan kompetisi untuk mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi se-Indonesia yang digelar dengan dua kategori tema. Kategori pertama, science yang berkeselamatan, yakni inovasi alat keselamatan berkendara yang nantinya di demonstrasikan dan dapat digunakan oleh masyarakat luas dengan tujuan meminimalisir risiko dan dampak kecelakaan lalu lintas. Kategori kedua, sosial yang berkeselamatan, yaitu pelaksanaan program, gerakan, atau kegiatan yang bersifat sosial (pelibatan komunitas) dan massive serta berdampak pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif