Plt Direktur Bisnis, Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Tonggo Marbun menyalurkan BLT BBM ke rumah KPM di daerah 3T (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Plt Direktur Bisnis, Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Tonggo Marbun menyalurkan BLT BBM ke rumah KPM di daerah 3T (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Penyaluran BLT BBM se-Indonesia Capai 96,23%

Rosa Anggreati • 27 September 2022 16:43
Jakarta: Pemerintah menyalurkan BLT BBM melalui PT Pos Indonesia (Persero) kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Data per Senin, 27 September 2022, pukul 20.30 WIB, realisasi penyaluran tercapai 19.866.038 KPM atau 96,23 persen.
 
Menyalurkan BLT BBM ke seluruh Indonesia tentu bukan perkara mudah, terutama penyaluran di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Banyak tantangan terkait kondisi geografis dan topografi yang dihadapi petugas juru bayar, bahkan berpotensi mengancam jiwa.
 
Regional 1 Pos Indonesia yang meliputi Sumatera Utara-Aceh, merupakan area penyaluran yang meliputi daerah 3T. Kepala Regional 1 PT Pos Indonesia (Persero) Dino Ariyadi menyebutkan capaian penyaluran di Regional 1 telah mencapai 97 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami masih punya 122 ribu KPM yang harus diselesaikan dalam 1-2 hari. Tersisa 5.800 gagal bayar karena kendala KPM atau KK tunggal," kata Dino.
 
Dino mengaku optimistis mampu menyelesaikan target penyaluran. Apalagi, selama ini Regional 1 selalu mencatat rekor penyaluran terbaik.
 
"Regional 1 menjadi salah satu yang terbaik setelah Regional 3 Jawa Barat. Namun secara geografis, Regional 1 lebih menantang dan dinamika lebih tinggi. Kita punya history penyaluran 99,2 persen. Kami optimistis bisa menyelesaikan dalam seminggu ke depan dengan kinerja 99,2 persen," katanya.
 
Penyaluran BLT BBM se-Indonesia Capai 96,23%
Kepala Regional 1 PT Pos Indonesia (Persero) Dino Ariyadi (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), penyaluran BLT BBM harus dilakukan secepat mungkin agar bantuan lekas diterima sehingga membantu daya beli masyarakat. Pos Indonesia diberi target menyelesaikan penyaluran BLT BBM dalam dua  minggu.
 
"Terkait percepatan, maka perencanaan pembayaran sangat penting. Perencanaan termasuk dari sisi penetapan waktu, koordinasi dengan pemerintah setempat, jumlah orang yang diturunkan. Kami monitoring dengan pihak aparat desa setempat karena sering terjadi perubahan cuaca. Kami juga berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Setiap penyaluran bantuan di daerah 3T, kami selalu melibatkan tiga unsur, yaitu kepolisian, TNI, Satpol PP," ucap Dino.
 
Penyaluran BLT BBM se-Indonesia Capai 96,23%
Penyaluran BLT BBM di daerah 3T menempuh perjalanan melalui sungai dan atau laut (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Dalam menyalurkan BLT BBM, Pos Indonesia menerapkan tiga metode, yaitu diserahkan di kantor pos, komunitas, atau diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door). Khusus door to door, dilakukan untuk KPM disabilitas, lanjut usia (lansia), maupun sakit.
 
"Harapannya semua bisa lancar dan daya serap tinggi," ucap Dino. 
 
Saat melakukan penyaluran bantuan di lapangan, petugas juru bayar kerap menyaksikan sejumlah masyarakat yang sebenarnya layak menerima bantuan, namun tidak terdaftar sebagai penerima. Dino menyebutkan timnya mencatat keluhan tersebut dan menyampaikan kepada pihak terkait.
 
Penyaluran BLT BBM se-Indonesia Capai 96,23%
BLT BBM diantarkan langsung oleh petugas juru bayar Pos Indonesia ke rumah KPM berusia lanjut (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
"Kami melihat sendiri bahwa ada masyarakat yang menurut informasi tetangga sekitarnya, mereka layak dapat bantuan. Hal itu kami coba komunikasikan dengan pemerintah kabupaten/kota, maupun provinsi. Respons pemerintah positif. Program serupa di beberapa pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi dilakukan dengan APBD masing-masing," katanya. 
 
Terkait digitalisasi keuangan yang sedang masif digencarkan pemerintah, Dino berharap masyarakat cepat teredukasi dengan baik sehingga penyaluran bantuan dapat lebih mudah dan efisien.
 
"Saat para penerima sudah mulai familiar dengan teknologi digital, mereka bisa belajar tentang keuangan digital sehingga ke depan penyaluran bantuan bisa dilakukan secara digital. Untuk pencairan giral menjadi uang kartal, kami akan tetap hadir di tengah mereka," katanya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif