Ilustrasi penenggelaman kapal asing ilegal - - Foto: dok KKP
Ilustrasi penenggelaman kapal asing ilegal - - Foto: dok KKP

KKP Tenggelamkan 10 Kapal Pencuri Ikan di Natuna Utara

Ekonomi illegal fishing Kementerian Kelautan dan Perikanan penenggelaman kapal Laut Natuna Utara
Antara • 31 Maret 2021 21:31
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menenggelamkan sebanyak 10 kapal asing pencuri ikan atau illegal fishing di kawasan perairan Laut Natuna Utara. Sebelumnya, sebanyak 26 kapal ikan asing ilegal juga dimusnahkan di Batam, Aceh, Pontianak dan Natuna.

"Pemusnahan kapal pelaku illegal fishing ini menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus melawan pelanggaran illegal, unreported, and unregulated fishing di Indonesia," kata Sekretaris Jenderal KKP yang juga Plt. Direktur Jenderal PSDKP, Antam Novambar, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021.
 
Menurut Antam, penenggelaman 10 kapal di Laut Natuna Utara tersebut semakin menguatkan pesan bahwa aparat Indonesia tidak akan berkompromi terhadap para pencuri ikan.
 
"Eksekusi penenggelaman terhadap 10 kapal ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Natuna dan Kejaksaan Negeri Karimun," ungkap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun 10 kapal illegal fishing yang ditenggelamkan tersebut adalah KNF 7788 TS, BV 92570 TS, BV 93160 TS, BV 92468 TS, BV 92467 TS, BV 8909 TS, BV 92778 TS, KG 91526 TS, KG 93811 TS, dan KG 93012 TS. Kesepuluh kapal ikan berbendera Vietnam tersebut ditangkap di perairan WPPNRI 711 Laut Natuna Utara.

 
Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Erlan Suherlan menyampaikan bahwa dari 10 kapal asing yang dimusnahkan, 8 merupakan barang bukti yang perkaranya ditangani penuntut umum Kejaksaan Negeri Natuna, sedangkan dua kapal merupakan barang bukti perkara dalam perkara perikanan yang ditangani Kejaksaan Negeri Karimun.
 
"Kami sebagai eksekutor putusan pengadilan, tentu mendukung langkah-langkah pemberantasan illegal fishing di perairan Indonesia," ujar Erlan.
 
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Hari Setiono menyebut kesepuluh kapal tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan diberi pemberat agar tenggelam. Dengan cara tersebut diharapkan dampak negatif terhadap lingkungan perairan sekitar dapat diminimalka.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif