Ilustrasi proses bongkar muat peti kemas  di Patimban - - Foto: MI/ Pius Erlangga
Ilustrasi proses bongkar muat peti kemas di Patimban - - Foto: MI/ Pius Erlangga

Menhub: Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Patimban hanya 2 Hari

Ekonomi Kementerian Perhubungan dwelling time peti kemas Pelabuhan Patimban
Insi Nantika Jelita • 08 Januari 2021 14:38
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan dwelling time atau waktu proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Patimban tak akan mencapai dua hari. Hal ini guna menekan biaya yang harus ditanggung importir serta menyikapi tersendatnya arus peti kemas selama pandemi covid-19.
 
"Pelabuhan Patimban yang dikelola oleh swasta, dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha melalui skema KPBU, diharapkan dapat memberikan layanan yang prima. Misalnya kita harus mengatur dwelling time kurang dari dua hari," ungkapnya dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat, 8 Januari 2021
 
Dalam catatannya, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hingga Mei 2020 ialah 2,5-3 hari. Budi menerangkan cepatnya proses bongkar muat peti kemas, sejak pengangkatan dari kapal hingga kontainer keluar dari terminal pelabuhan, bakal menjadi awal dari penghematan biaya operasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan pengurangan dwelling time, ini akan mengurangi biaya operasional sehingga berkontribusi dalam peningkatan efisiensi logistik nasional yang signifikan," ungkap Budi.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo menambahkan saat ini Kemenhub telah menyiapkan dua langkah untuk percepatan bongkar muat tersebut. Pertama, mempercepat proses pengangkatan peti kemas dari kapal supaya kapal dapat segera berlayar kembali.
 
"Kedua, mempercepat pro­ses kepabeanan agar kontainer dapat segera keluar dari pelabuhan. Ini supaya kontainer dapat segera kembali ke depo," ujarnya.
 
Saat ini, industri pelayaran secara global tengah menghadapi naiknya biaya pengangkutan (freight) peti kemas atau biaya kargo akibat pandemi covid-19. "Dampaknya, hampir di semua negara harga sea freight dengan kontainer naik signifikan, waktu pelayaran lebih lama, terjadi penumpukan kontainer di pelabuhan, dan bongkar muat di pelabuhan pun lebih lama," kata Agus.  

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif