Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

BPJS Ketenagakerjaan Bidik Pekerja Bukan Penerima Upah

Media Indonesia.com • 28 Juni 2022 18:16
Jakarta: Saat melaksanakan tugas sebagai pekerja, risiko mendapat kecelakaan pasti ada. Karena itu, banyak pekerja yang merasa was-was atau khawatir dalam melakukan pekerjaan rutinnya. Untuk menghilangkan kekhawatirkan saat bekerja, para tentunya harus mendapat jaminan sosial di antaranya melalui program perlindungan sebagaimana yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
 
Salah satu pekerja yang mengalami kecelakaan adalah Sarbinih. Ia adalah salah satu dari pekerja yang bekerja di bawah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara. Bekerja sebagai Penyediaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Sarbinih melakukan tugas merawat tanaman hias dan pepohonan. Namun saat bekerja Sarbinih terjatuh dan tak sadarkan diri.
 
Sarbinih sempat dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Namun nyawanya tak tertolong dan Sarbinih almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.17 WIB. Tentu saja kepergian Sarbinih yang menjadi tulang punggung keluarganya membuat sedih istri dan anaknya. Namun ternyata Sarbinih telah terdaftar menjadi peserta program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dari BPJamsostek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyampaikan turut berduka atas kejadian ini, semoga keluarga diberikan ketabahan," kata Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Jakarta Sudirman, Jakarta Selatan, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 28 Juni 2022.
 
"Kami telah membayaran santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia yang merupakan haknya atas kepesertaan yang diikuti," jelas Suhuri.
 
Suhuri menambahkan, santunan JKK meninggal dunia dibayarkan kepada Rusdiana sebagai ahli waris yang merupakan anak almarhum sebesar Rp227 juta. Ia berharap, santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
 
Ia pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial, bagi pekerja sektor informal untuk ikut menjadi peserta BPJamsostek. Mulai dari sopir angkutan, pemilik warung, petani, dan pelaku UMKM bisa mengikuti program Bukan Penerima Upah (BPU) di BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Dengan begitu, masyarakat bisa mencari penghasilan lebih aman dan terjamin. Terutama ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Suhuri.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif