Ilustrasi PGN - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi PGN - - Foto: MI/ Panca Syurkani

PGN Catat Laba USD303 Juta

Annisa ayu artanti • 15 Maret 2022 20:21
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat laba bersih pada 2021 sebesar USD303,82 juta setelah sebelumnya merugi di 2020 sebesar USD264,77 juta.
 
Mengutip laporan keuangan perseroan, laba sepanjang 2021 terbentuk dari peningkatan pendapatan sebesar 5,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi USD3,03 miliar pada 2021.
 
Sementara beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD2,44 miliar, sehingga laba kotor yang dibukukan mencapai USD586,84 juta. PGN juga mencatat EBITDA pada periode 2021 sebesar USD855 juta.
 
Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengatakan PGN dapat mempertahankan kinerja operasional sehingga berdampak positif pada kinerja keuangan 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PGN juga berhasil menjaga kinerja positif 2021. Pemulihan kinerja operasional dari pemulihan ekonomi melalui upaya strategis perseroan di tengah masa pandemi berhasil menopang kinerja keuangan PGN 2021," kata Haryo dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2022.
 
Ia menjelaskan pencapaian kinerja tersebut diperoleh dari kinerja volume distribusi gas periode Januari hingga Desember 2021 yang meningkat menjadi sebesar 871 BBTUD dari periode sebelumnya sebesar 828 BBTUD. Sedangkan untuk volume transmisi selama 2021 adalah sebesar 1.352 MMSCFD.
 
Selain itu, PGN juga mencatat peningkatan untuk pengaliran gas ke pembangkit listrik melalui pemanfaatan LNG sendiri (Kontrak TUA FSRU Lampung) menjadi sebesar 29 BBTUD sehingga total gas yang disalurkan melalui skema niaga gas dan TUA adalah 900 BBTUD.
 
Sedangkan untuk kinerja volume lifting minyak dan gas, Haryo menyebutkan sebesar 24.086 BOEPD. Perbaikan kinerja keuangan juga ditopang membaiknya harga rata-rata ICP sebesar USD68,8 per barel, transportasi minyak sebesar 3.543 MBOE dan LPG sebesar 33.831 Ton.
 
Perseroan juga mampu meningkatkan pangsa pasar melalui penambahan jumlah pelanggan di berbagai sektor menjadi sebanyak 663.877 pelanggan dengan cakupan jaringan pipa sepanjang 10.776 km.
 
Hingga akhir Desember 2021 tercatat total aset PGN sebesar USD7,51 miliar, turun dibandingkan posisi akhir 2020 yang sebesar USD7,53 miliar.
 
PGN mencatatkan penurunan liabilitas pada akhir 2021 menjadi USD4,22 miliar, dari sebelumnya USD4,57 miliar pada akhir 2020. Sedangkan total ekuitas sebesar USD3,28 miliar, naik dari posisi akhir 2020 yang sebesar USD2,95 miliar.
 
"Posisi keuangan konsolidasian PGN per 31 Desember 2021, tetap menunjukkan posisi keuangan yang masih baik dan kemampuan perseroan memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang masih sangat baik. Demikian juga dari sisi debt service juga memperlihatkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang masih mencukupi," ucapnya.
 
Haryo juga menambahkan, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2021 adalah sebesar USD308,6 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Pipa Minyak Rokan, Pipa Gresik-Semarang, WK Pangkah, WK Ketapang, serta kegiatan investasi lain yang sudah tahap eksekusi seperti Jargas, Pipa Senipah-Balikpapan, dan LNG RU IV Cilacap.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif