Ilustrasi blok migas. Foto: dok. SKK Migas
Ilustrasi blok migas. Foto: dok. SKK Migas

Tingkatkan Penemuan Cadangan Minyak, Pertamina Gunakan Teknologi Ini

Antara • 18 Januari 2022 19:51
Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mulai menggunakan teknologi terbaru dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi melalui metode data seismik 2D Cubed.
 
"Kami bersyukur sampai pada tahapan kickoff 2D Cubed (Pseudo 3D) Seismic Reprocessing setelah melalui tahapan yang panjang. Kami percaya dengan dilakukannya Data Reprocessing ini akan membawa peluang besar untuk pencarian cadangan minyak dan gas bumi di Indonesia," ujar Direktur Eksplorasi dan Penemuan Baru PHE, Medi Kurniawan, dilansir Antara, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Ia mengatakan Pertamina terus melakukan upaya menjaga keberlangsungan penyediaan energi untuk negeri melalui aktivitas seismik. Seismik merupakan tahapan awal dari rangkaian proses bisnis di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah aktifitas Seismik dilaksanakan, data seismik kemudian diolah untuk didapatkan informasi yang detail mengenai data keberadaan potensi minyak dan gas bumi di bawah permukaan bumi sesuai perkembangan teknologi terbaru melalui metode 2D Cubed.
 
Lebih lanjut, Medi menambahkan bahwa ini merupakan lanjutan dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang di area terbuka, yang juga terbesar ke-3 se-Asia Pasifik dalam pengelolaan 3D Pseudo Seismic Program dengan luasan area mencapai 270 ribu km2, yang tersebar dari South Makassar hingga North Java-Bali-Lombok.
 
"Melalui upaya ini menunjukan bahwa Pertamina berkomitmen untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan teknologi terbaik untuk Indonesia. Pertamina juga terbuka untuk melakukan partnership dalam menggunakan data 2D Cubed dalam melakukan kegiatan Eksplorasi selanjutnya di Indonesia," kata VP New Venture PT Pertamina Hulu Energi, Agung Prasetyo.
 
Pekerjaan ini, lanjut Agung, akan dilaksanakan oleh TGS selaku perusahaan pengelola data energi di industri minyak dan gas bumi dengan teknologi mutakhir siap dan mampu untuk memberikan hasil pengolahan data.
 
"Indonesia merupakan pemain kunci di industri minyak dan gas bumi global. Produksi minyak dan gas bumi mengalami penurunan beberapa waktu terakhir. Namun demikian, terdapat potensi penemuan yang belum dikelola secara optimal. Melalui pengolahan Data Reprocessing dari potensi ini, diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi industri hulu migas di Indonesia," ujar Agung.
 
Sementara itu, Shinta Damayanti Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas menyampaikan bahwa pihaknya bangga Pertamina telah menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan Komitmen Kerja Pasti di Area Terbuka. Salah satunya adalah Data Reprocsesing yang dilakukan sekarang, dimana hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan data terbaru agar dapat menemukan Giant Discovery di masa mendatang.
 
Kepala Pusdatin Kementerian ESDM Republik Indonesia Agus Cahyono Adi menyampaikan bahwa ini merupakan milestone yang bagus dalam rangka untuk menggali potensi migas yang ada di Indonesia.
 
"Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pioner dan terobosan Pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada KKKS untuk dapat berinvestasi di luar Wilayah Kerja dan bisa memperluas penggunaan dana di luar Wilayah Kerja existing," ujarnya.
    
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif