Ilustrasi pedagang bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional - - Foto: dok Kemenkeu
Ilustrasi pedagang bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional - - Foto: dok Kemenkeu

Harga Pangan Terkendali Selama Ramadan dan Lebaran, Ini Indikatornya

Ekonomi kenaikan harga pangan Harga Sembako Bahan Pokok Idulfitri 1443 Lebaran 2022 Ramadan 2022
Desi Angriani • 08 Mei 2022 12:25
Jakarta: Pemerintah dinilai berhasil mengendalikan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri 1443 H. Pasalnya, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok tersebut relatif terkendali. 
 
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi Soebhan menyebut tidak mudah bagi negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat untuk menahan lonjakan harga kebutuhan pokok saat momen hari raya keagamaan.
 
“Karena terjadi pergeseran pola konsumsi yang cenderung meningkat ketika umat muslim sedang berpuasa. Semakin banyak yang berpuasa, maka semakin banyak permintaan kebutuhan pokok dan kuliner, maka semakin tinggi harga komoditas tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut hukum ekonomi permintaan dan penawaran barang kebutuhan pokok dan kuliner relatif memiliki kemiripan di berbagai negara.  Maka peran negara, lanjutnya, adalah  mendorong peningkatan ketersediaan komoditas tersebut dari waktu ke waktu, karena cenderung memiliki pola berulang yang teratur.
 
“Keberhasilannya sangat ditentukan oleh pola prilaku dalam berpuasa, faktor cuaca, faktor distribusi barang, dan kapasitas kementerian terkait dalam mengantisipasi pola konsumsi yang berkaitan dengan momen besar keagamaan di suatu negara,” jelasnya.
 
Adapun kondisi Indonesia relatif moderat tahun ini. Namun, ketersediaan dan harga minyak goreng, daging, bahan bakar perlu mendapat perhatian khusus agar tidak berulang stagnan atau kian memburuk di tahun mendatang. Dinamika krisis dunia dinilainya harus diantisipasi. 
 
“Kabar baiknya adalah walaupun dunia sedang dilanda pendemi menuju endemi, negara dan masyarakat Indonesia relatif mampu bertahan dan melakukan adaptasi terhadap fluktuasi perekonomian domestik di tengah pengaruh perang Rusia -Ukraina. Semoga badai cepat berlalu, di balik awan gelap pada waktunya akan bergeser dan alam semesta kembali seimbang,” tuturnya.
 
Anggota Komisi VI DPR Mohamad Idris Laena menambahkan kondisi ekonomi masyarakat cukup baik terbukti dari banyaknya warga yang mudik Lebaran meski harga tiket pesawat fantastis. Hal ini turut berimplikasi pada tujuan wisata domestik. 
 
"Alhamdulillah, harga-harga kebutuhan lebaran tidak mengalami lonjakan yang berarti dan relatif aman," kata Idris.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan meminta pemerintah segera mempersiapkan dan mengantisipasi ketersediaan pasokan pangan seusai Idulfitri termasuk upaya distribusi secara merata di pasar. 
 
"Menanti upaya pemerintah, utamanya Kemendag terhadap proses pendistribusian pasokan bahan pokok dan Kementan menyiapkan keberadaan produksi di lokal," terang dia.

Berikut harga bahan pokok per 5 Mei 2022:

  1. Harga daging sapi paha belakang yang turun 0,77 persen menjadi Rp142.600/kg
  2. Harga daging ayam ras turun 0,98 persen menjadi Rp40.400/kg. 
  3. Cabai merah besar turun 4,24 persen menjadi Rp40.400/kg
  4. Cabai merah keriting turun 5,47 persen menjadi Rp46.700/kg
  5. Bawang merah turun 1,83 persen menjadi Rp37.500/kg; Bawang putih honan turun 0,98 persen menjadi Rp30.400/kg

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif