Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan saat ini telah terbangun 147 unit SPKLU yang tersebar di 119 lokasi. Pembangunan SPKLU ini merupakan ekosistem dalam mendorong pengembangan dan peningkatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
"Dengan inisiatif ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur SPKLU, sehingga target yang dicanangkan dapat segera terwujud," kata Rida dalam launching SPKLU BPPT-Pertamina, Kamis, 5 Agustus 2021.
Rida mengungkapkan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang penyediaan infrastruktur listrik untuk KBLBB. Diharapkan dengan adanya payung hukum tersebut bisa mendukung percepatan pembangunan SPKLU.
Dalam dokumen grand strategi energi nasional diperkirakan akan ada dua juta kendaraan listrik roda empat dan 13 juta kendaraan listrik roda dua pada 2030. Sedangkan dalam jangka panjang diharapkan seluruh penjualan kendaraan bermotor roda dua di dalam negeri akan berbasis kendaraan listrik di 2040, dan di 2050 penjualan kendaraan roda empat sepenuhnya merupakan berbasis listrik.
"Pasar kendaraan bermotor kita terus meningkat di mana setiap tahun tidak kurang satu juta kendaraan roda empat dan enam juta kendaraan roda dua yang dapat dijual," tutur Rida.
Ia menambahkan pengembangan kendaraan listrik akan jauh lebih besar manakala Indonesia bisa mandiri secara teknologi dan sumber daya. Ia bilang Indonesia memiliki sumber daya yang besar untuk bisa mandiri.
Sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia juga sangat besar dan termasuk sebagai bahan baku industri baterai. Selain itu, lanjut Rida, Indonesia juga memiliki angkatan kerja yang besar yang dapat mendukung pengembangan industri nasional khususnya industri kendaraan listrik.
"Kami harap BPPT terus meningkatkan inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan bagi pengembangan industri nasional dan pembangunan infrastruktur untuk memperkuat daya saing bangsa," jelas Rida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News