Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja bersama Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif Kementerian Muhammad Neil El Himam (Foto:Dok)
Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja bersama Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif Kementerian Muhammad Neil El Himam (Foto:Dok)

Pendekatan Digital Disebut Tak Selalu Cocok Diterapkan di Sektor Pariwisata

Ekonomi bank uob indonesia UOB Economic Outlook 2022
Gervin Nathaniel Purba • 17 September 2021 10:22
Jakarta: Sektor pariwisata menerima dampak yang paling besar semenjak pandemi covid-19 melanda seluruh wilayah Indonesia. Hal ini membuat para pelaku pariwisata memutar otak untuk bertahan agar tidak sampai gulung tikar.
 
Dalam hal ini, startup yang bergerak pada bidang pariwisata sudah melakukan banyak inovasi sejak 2020. Inovasi yang dihasilkan berupa pariwisata virtual. Upaya ini dinilai berguna untuk mengobati kerinduan wisatawan.
 
"Pada 2020 pernah dicoba suatu terobosan dengan program interaktif virtual. Menggunakan aplikasi telekonference, seperti Zoom dan itu lumayan membuktikan," ujar Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif Kementerian Muhammad Neil El Himam, dalam webinar UOB Indonesia, Harnessing Indonesia Creative Economy and Tourism Potential on Post Covid Economi Revival, Senin, 13 September 2021.
 
Menurut Neil, para wisatawan bersedia membayar pelayanan tersebut untuk bisa melaksanakan tur wisata secara virtual. Dengan pendekatan teknologi saat ini para wisatawan mancanegara sudah bisa mengobati kerinduan berwisata di Tanah Air.
 
Dalam menggunakan pendekatan baru ini, tentu tidak mudah pada awalnya. Banyak pelaku pariwisata yang bertugas sebagai kreator konten atau story teller yang masih gugup ketika tampil di depan kamera.
 
"Biasanya berhadapan secara tatap muka dengan tamuna. Sekarang harus melalui perantara media," kata Neil.
 
Namun demikian, Neil mengatakan tidak semua pariwisata bisa digantikan secara digital sepenuhnya. Beberapa di antaranya masih sangat dirindukan oleh wisatawan untuk dinikmati secara langsung.
 
Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja. Dalam laporan survei yang dia terima, masih banyak wisatawan yang merindukan kegiatan wisata secara fisik. Misalnya, wisatawan masih tertarik untuk menonton pertunjukkan seni tari di Candi Prambanan.
 
"Jadi perubahan digital ini sifatnya tidak linier. Orang akan tetap merindukan tiga aspek. Melihat (see), menyentuh (touch), dan mendengar langsung (hear)," kata Enrico.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif