Ilustrasi pekerja di salah satu smelter - - Foto: Antara/ Basri Marzuki
Ilustrasi pekerja di salah satu smelter - - Foto: Antara/ Basri Marzuki

PLN Tambah Pasokan Listrik untuk Industri Smelter di Sulawesi

Suci Sedya Utami • 28 Agustus 2021 13:35
Bantaeng: PT PLN (Persero) menambah daya listrik sebesar 80 Mega Volt Ampere (MVA) untuk PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penambahan daya tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan listrik dalam operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) milik perusahaan tersebut.
 
Selain di Sulsel, PLN juga siap memenuhi kebutuhan listrik yang andal bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Apalagi hingga Juni 2021 kapasitas listrik terpasang di Pulau Sulawesi sebesar 5,6 gigawatt (GW).be

 
“PLN sangat siap untuk melayani kebutuhan listrik bagi investor di tiga provinsi, khususnya bagi industri smelter,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Huda menjelaskan kesiapan PLN dalam suplai listrik ke smelter juga didukung dengan infrastruktur kelistrikan seperti di Bantaeng, telah hadir Gardu Induk 150 kilo volt (kV) pada Maret 2020. GI dengan nilai investasi Rp20,1 miliar tersebut merupakan pembangunan melanjutkan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.
 
"Dalam Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) khususnya Gardu Induk (GI) 150 kV Bantaeng Smelter, PLN senantiasa mendukung peningkatan produksi dalam Negeri. GI 150 kV Bantaeng Smelter berhasil merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 62,88 persen," ujar Huda.
 
Kesiapan PLN ini pun didukung oleh sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan total daya mampu mencapai 2.365 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.763 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 602 MW.
 
Sementara itu Direktur PT Huady Nickel Alloy Indonesia Jos Stefan Hidecky berharap PLN akan terus mengakomodir kebutuhan listrik bagi para investor di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, PT Huady Nickel Alloy Indonesia telah memasok daya eksisting sebesar 40 mega volt ampere (MVA) di tahun 2018.

 
Namun, seiring dengan pertumbuhan usahanya, PLN telah memenuhi kebutuhan listrik di perusahaan tersebut dengan total 120 MVA hingga kini dan akan kembali menyalurkan 90 MVA pada Oktober 2021.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif