Future by Design. Foto: AAJI
Future by Design. Foto: AAJI

AI Makin Dipakai di Asuransi, AAJI Ingatkan Keputusan Tetap di Tangan Manusia

Annisa ayu artanti • 07 Oktober 2026 12:31
Ringkasnya gini..
  • AAJI mendorong CEO dan C-Suite memahami strategi serta risiko penggunaan AI di industri asuransi jiwa.
  • AI dapat digunakan dalam underwriting, klaim, deteksi fraud, layanan nasabah, distribusi, hingga pengembangan produk.
  • Keputusan AI yang berdampak langsung pada nasabah tetap membutuhkan pengawasan dan keputusan akhir manusia.
Jakarta: Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam industri asuransi jiwa kini semakin erat, terutama dalam digitalisasi proses data dan simplifikasi pengambilan keputusan. Meskipun menawarkan efisiensi tinggi, industri kini dihadapkan pada tantangan sejauh mana otoritas pengambilan keputusan dapat didelegasikan kepada AI.

Berdasarkan keterangan resminya pada Rabu, 7 Oktober 2026, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi. Para pemimpin perusahaan juga perlu memahami tujuan penggunaan AI, risiko yang mungkin muncul, serta siapa yang bertanggung jawab ketika teknologi tersebut menghasilkan keputusan yang keliru.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam program Future by Design yang diselenggarakan AAJI pada 1–2 Oktober 2026 di Jakarta. Program tersebut mempertemukan CEO dan jajaran C-Suite perusahaan anggota AAJI untuk memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan AI, data analytics, dan ekosistem digital.

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono, menekankan pentingnya strategic leadership dalam penerapan AI di industri asuransi jiwa. Menurutnya, perusahaan perlu memahami untuk apa AI digunakan, seberapa strategis penerapannya, bagaimana teknologi tersebut bekerja, hingga pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi kesalahan.

“AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi,” jelas Sumarjono.

AI sendiri dapat dimanfaatkan dalam berbagai lini bisnis asuransi, mulai dari underwriting, claims management, fraud detection, customer service, distribution, hingga product development. Namun, penerapannya tetap membutuhkan professional judgment dan sumber daya manusia yang memahami aspek asuransi sekaligus teknologi.

Prinsip human-in-the-loop pun menjadi penting, yaitu pengawasan manusia pada proses yang berdampak langsung pada nasabah, seperti underwriting, penghitungan premi, dan penilaian klaim. Hasil yang diberikan AI tetap perlu ditinjau manusia.

Artinya, manusia masih memiliki kewenangan untuk menyetujui, menyesuaikan, bahkan membatalkan keputusan yang dihasilkan teknologi.
   

Bukan Sekadar Beli Teknologi


Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan perkembangan teknologi dan AI seharusnya tidak dilihat sebatas kebutuhan perusahaan untuk membeli atau mengganti sistem. 

Menurutnya, investasi teknologi perlu dilihat dari seberapa besar kontribusinya terhadap kinerja dan bottom line perusahaan. Pada saat yang sama, penggunaan AI juga harus disertai pengawasan dan kendali manusia, khususnya ketika keputusan teknologi berpotensi memengaruhi nasabah.

“Perkembangan teknologi dan AI dapat membantu para CEO dan decision makers dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Bukan lagi sekedar melihat kebutuhan untuk membeli atau mengganti sistem, tetapi bagaimana investasi dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja bottom line perusahaan,” jelas Albertus.

Karena itu, transformasi digital industri asuransi juga membutuhkan kesiapan di luar teknologi. Kompetensi SDM, tata kelola data, keamanan siber, proses bisnis, dan manajemen risiko menjadi bagian yang perlu diperkuat secara bersamaan.
 

 

Future by Design Siapkan CEO Hadapi Perubahan


Melalui Future by Design, AAJI tidak hanya memperkenalkan teknologi kepada para pemimpin perusahaan, tetapi juga mendorong mereka memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dalam bisnis.

Program ini terdiri dari tiga rangkaian. Future Life Leader ditujukan bagi CEO perusahaan anggota AAJI untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dan AI serta menerjemahkannya menjadi solusi bisnis.

Kemudian ada Future Proofing Insurance bagi jajaran COO, CIO, CTO, dan CFO. Materinya mencakup kesiapan regulasi, data, SDM, keamanan, tata kelola, hingga proses bisnis.

Sementara itu, Future-TechInsure Exhibition mempertemukan peserta dengan perusahaan penyedia teknologi melalui demo produk, proof of concept, dan sandboxing untuk mengeksplorasi solusi yang relevan bagi bisnis asuransi jiwa.

AAJI juga menghadirkan berbagai materi dari sejumlah mitra dan praktisi, mulai dari integrasi ekosistem asuransi jiwa dan kesehatan, pemanfaatan ekosistem data digital, kesiapan SDM menghadapi AI, cybersecurity, data privacy, hingga modernisasi sistem dan transformasi proses bisnis.

Bagi AAJI, Future by Design menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesiapan industri menghadapi perubahan teknologi. Ke depan, program serupa akan kembali dikembangkan sebagai bagian dari upaya #RaisingTheStandard, terutama dalam meningkatkan kompetensi SDM dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan