Ilustrasi rapid test. Foto: Medcom.id
Ilustrasi rapid test. Foto: Medcom.id

Agustus, Kimia Farma Luncurkan Rapid Test di Bawah Rp100 Ribu

Ekonomi kimia farma virus corona
Suci Sedya Utami • 29 Juli 2020 21:14
Jakarta: PT Kimia Farma (Persero) Tbk siap memproduksi tes cepat atau rapid test covid-19 dengan harga yang relatif terjangkau di kantong masyarakat.
 
Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos mengatakan peluncuran tersebut akan dilakukan bulan depan. Adapun harga yang dibanderol di bawah Rp100 ribu.
 
"Pertengahan Agustus kita akan launching rapid test murah, mudah-mudahan bisa kita jual di bawah Rp100 ribu supaya membantu masyarakat sehingga menjadi lifestyle," kata Ani dalam paparan public expose, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi mengatakan Kimia Farma memiliki fasilitas produksi rapid test yang terletak di Denpasar, Bali. Ia bilang, fasilitas tersebut tidak hanya untuk memproduksi rapid test covid-19, tetapi juga pengembangan fasilitas test lainnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan selama ini Kimia Farma telah mem-back-up atau melayani pelayanan rapid test di 13 bandara dan lima pelabuhan di Tanah Air. Harga yang dikenakan untuk rapid test tersebut sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp145 ribu.
 
Di sisi lain, terkait dengan rencana produksi vaksin covid-19 oleh PT Biofarma sebagai induk holding BUMN farmasi, Verdi mengatakan Kimia Farma bersama dengan PT Indofarma (Persero) sebagai anak usaha holding BUMN farmasi siap untuk mendistribusikan vaksin tersebut.
 
"Kimia Farma serta Indofarma memiliki jaringan distribusi seluruh Indonesia dan kita sangat kuat sekali terhadap jaringan itu," kata Verdi.
 
Namun demikian, lanjut Verdi, hal tersebut perlu didiskusikan lebih jauh dalam holding bersama dengan Kementerian BUMN serta Kementerian Kesehatan. Sebab, distribusi akan berkaitan dengan anggaran yang perlu disiapkan.
 
"Ini perlu dibicarakan secara khusus karena menyangkut jumlah anggaran yang nantinya akan tercukupi untuk vaksin ini, untuk berapa orang dan mekanismenya seperti apa tergantung satu orang membutuhkan berapa vaksin," jelas Verdi.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif