Ilustrasi subsidi elpiji 3 kg - - Foto: Antara/ M Ibu Chazar
Ilustrasi subsidi elpiji 3 kg - - Foto: Antara/ M Ibu Chazar

Pertimbangkan Pandemi, Kuota LPG Subsidi Tahun Depan Ditambah

Ekonomi elpiji 3 kg Kementerian ESDM Subsidi Energi RAPBN 2021
Suci Sedya Utami • 02 September 2020 18:40
Jakarta: Komisi VII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepakati penambahan asumsi kuota atau volume subsidi LPG 3 Kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2021 menjadi 7,5 juta metrik ton.

Besaran tersebut meningkat dibandingkan dalam nota keuangan 2021 sebesar tujuh juta metrik ton. Kesepakatan penambahan kuota ini seiring tekanan pandemi covid-19 di Tanah Air.
 
"Jika pemerintah mengajukan RAPBN-P Tahun 2021 dan mempertimbangkan realisasi anggaran, maka subsidi LPG 3 kg diupayakan menjadi 7,8 juta metrik ton dengan catatan realokasi subsidi," kata Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto membacakan catatan kesimpulan rapat kerja dengan Menteri ESDM, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2020.
 
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dony Maryadi Oekon menambahkan pandemi covid-19 membuat konsumsi LPG subsidi meningkat. Hal ini merupakan dampak dari pandemi yang membuat restoran atau hotel tutup, sehingga memunculkan warung-warung kecil yang membutuhkan subsidi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendapat yang sama dikemukakan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB Abdul Wahid. Menurutnya keberadaan LPG subsidi penting dalam mendorong daya beli masyarakat.
 
"Ketika kenyataan di lapangan LPG 3 kg masih sulit didapatkan masyarakat miskin. Kalau tidak nambah maka kemiskinan bisa bertambah. Di 2019 kemiskinan stabil, 2020 ada pandemi kemiskinan tentu bertambahm masa subsidinya tetap segitu. Ini perlu ditinjau ulang keberpihakan pada masyarakat," kata Abdul.
 
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan penambahan kuota subsidi memang melihat kebutuhan konsumsi yang mencapai 200 ribu metrik ton per tahun di tambah peningkatan angka kemiskinan akibat covid-19.
 
Meski demikian, penambahan subsidi elpiji akan dilakukan secara tertutup agar penyalurannya tepat sasaran. "Kedepannya subsidi ini sebaiknya memang dilaksanakan secara tertutup. Tapi sampai hari ini kami masih melakukan koordinasi dengan kementerian lain," ujar dia.
 
Adapun asumsi lain di sektor energi yang disepakati dalam rapat kerja ini yakni harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) USD45 per barel. Lifting migas 1,7 juta setara minyak per hari (boepd) yang terdiri dari minyak 705 ribu barel per hari (bph) dan gas 1,007 juta boepd, cost recovery USD8 miliar.
 
Kemudian volume BBM subsidi 16,30 juta kiloliter (KL) terdiri dari minyak tanah 500 ribu KL dan solar 15,8 juta KL dengan besaran subsidi untuk solar Rp500 per liter. Serta subsidi listrik sebesar Rp53,59 triliun.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif