NEWSTICKER
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom/ Suci Sedya
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom/ Suci Sedya

Erick Thohir Pastikan Instruksi Social Distancing Diterapkan BUMN

Ekonomi kementerian bumn Erick Thohir social distancing
Suci Sedya Utami • 19 Maret 2020 15:13
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang sosial distancing atau menjaga jarak dalam mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19) di BUMN.
 
Apalagi bebagai perusahaan BUMN memiliki bisnis yang berkaitan dengan pelayanan publik. Sehingga instruksi tersebut harus diaplikasikan dengan tepat. Ia bilang panduan jarak antre dan duduk sudah diaplikasikan, sehingga jarak ideal yang diinstruksikan tetap terjaga.
 
"Menjaga jarak untuk kepentingan masyarakat pengguna jasa kami sangat penting, di sisi lain ini salah satu upaya kami BUMN dalam memastikan keamanan dan kesehatan karyawan-karyawan BUMN yang berada di barisan depan dalam melayani masyarakat," kata Erick dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mencontohkan beberapa BUMN telah menerapkan instruksi tersebut. PT Angkasa Pura II (Persero) menerapkan konsep pembatasan sosial atau social distancing di bandara-bandara yang dikelola perseroan guna mencegah penularan covid-19.
 
Contoh penerapan social distancing itu antara lain melalui penempelan sejumlah garis kuning di lantai yang masing-masing berjarak satu meter sebagai penanda batas antrean bagi penumpang pesawat.
 
Selain itu, di setiap lift di terminal penumpang juga telah diberi batas berdiri bagi masing-masing individu. Ketika berada di dalam lift, setiap individu dilarang bertatap muka langsung atau wajib menghadap ke dinding dan pintu lift.
 
AP II juga melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang.
 
Hal serupa juga diterapkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Social distancing dilakukan AP I dengan melakukan penempelan stiker panduan jarak satu meter dilakukan di area pemeriksaan saat masuk ke area check in, setiap security check point, antrean masuk ke dalam lift, pemeriksaan boarding pass, antrean di fixbridge dan garbarata, antrean pengambilan bagasi, dan antrean taksi.
 
Bukan hanya di bandara, penerapan social distancing juga dilakukan di beberapa pelabuhan yang dikelola oleh BUMN. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero).
 
PT Pelni (Persero) pun juga menerapkan konsep pembatasan jarak antar penumpang. Pembatasan jarak diterapkan saat penumpang mengantre untuk masuk ke atas kapal.
 
Selain itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga melakukan social distancing di beberapa pelabuhan, salah satunya di Pelabuhan Bakaheuni, Merak.
 
Social distancing dilakukan mulai dari antrean pembelian tiket, ruang tunggu penumpang hingga di dalam lift terminal penumpang.
 
Dalam hal ini, ASDP juga selalu aktif dan terus menerus mengumumkan kepada pengguna jasa agar senantiasa menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan melalui budaya cuci tangan. Tidak hanya hand sanitizer, ASDP juga menyiapkan sabun cuci tangan di setiap toilet yang berada di pelabuhan maupun kapal.
 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mengimplementasikan social distancing di setiap stasiun, salah satunya di Stasiun Pasar Senen. Pemberian tanda batas antrean ditempel di counter pembelian tiket, counter self check-in, antrean penumpang saat boarding dan ruang tunggu.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif