Ilustrasi makanan olahan. Foto: MI/Bagus Suryo
Ilustrasi makanan olahan. Foto: MI/Bagus Suryo

Industri Olahan Makanan Diproyeksikan Tumbuh 3% Sepanjang 2020

Ilham wibowo • 11 Agustus 2020 16:26
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis sektor produk olahan makanan dan minuman (mamin) bisa tumbuh tiga persen sepanjang 2020. Sejumlah dukungan terus diberikan agar kinerja produksi dan serapan pada semester II terjaga.
 
"Kami memproyeksikan industri mamin dapat tumbuh sekitar tiga persen pada akhir 2020," tutur Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Industri mamin merupakan salah satu sektor manufaktur yang masih mampu tumbuh positif pada triwulan II-2020 setelah tertekan berat akibat dampak pandemi covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II-2020 mencatat industri mamin tumbuh sebesar 0,22 persen secara tahunan (yoy).

"Pertumbuhan positif sektor industri mamin ini merupakan momentum yang harus terus dijaga dan juga ditingkatkan sehingga dapat konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujarnya.
 
Rochim memaparkan beberapa komoditas unggulan yang memacu kinerja industri mamin tersebut, antara lain produk olahan ikan, mi, dan kopi. Selain itu, pertumbuhan sektor industri ini juga didukung oleh peningkatan nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (PKO).
 
Rochim mengatakan, pihaknya mendorong ketersediaan bahan baku agar bisa mencukupi kebutuhan produktivitas manufaktur. Kemenperin juga aktif berkoordinasi dengan para stakeholder terkait baik di tingkat kementerian maupun pelaku industri agar berjalan lancar.
 
"Bahkan, kami telah bertemu dengan salah satu deputi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjajaki kemungkinan penyelenggaraan suatu event pada libur panjang nanti di akhir tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri mamin di dalam negeri," paparnya.
 
Lebih lanjut, hal lain yang juga membantu sektor industri mamin tumbuh positif yakni mulai dibukanya pusat perbelanjaan. Namun demikian, pengelola dan pengunjung pusat perbelanjaan harus dapat mematuhi penerapan protokol kesehatan.
 
"Pertumbuhan positif ini tentu tergantung dari dua hal penting, yaitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan yang kedua adalah perkembangan dari pandemi covid-19 yang diharapkan dapat segera menurun dan hilang dari Indonesia," tuturnya.
 
Pada semester I-2020, industri mamin memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor pada sektor manufaktur, dengan angka menembus USD13,73 miliar. Sektor unggulan ini mampu menunjukkan geliatnya menembus pasar internasional di tengah pandemi covid-19.  
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan