Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan

Mentan Pastikan Produksi Jagung Tercukupi

Ekonomi Kementerian Pertanian jagung
Antara • 23 September 2020 08:31
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan penanaman jagung, sekaligus meresmikan Food Estate di Desa Umbul Pabal Kecamatan Umbu Rato Nggai Barat, Sumba Tengah. Dalam kesempatan itu, Mentan menegaskan bahwa produksi jagung tercukupi untuk kebutuhan masyarakat.
 
Syahrul menilai harus ada peningkatan luas tanam dan produktivitas sebagai upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, mengurangi impor, dan meningkatkan volume ekspor. Pihaknya juga memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen, dan usai panen.
 
"Serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengembangan pertanian berbasis korporasi, dan klaster," kata Syahrul, dikutip dari Antara, Rabu, 23 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syahrul menyebutkan saat ini beberapa sentra penghasil jagung sudah mencapai target produktivitas sekitar 8-9 ton/ha, walaupun rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini masih sekitar 6,4 ton/ha. Menurut dia, peran penting komoditas jagung diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan petani.
 
Ia memaparkan kinerja ekspor pertanian hingga periode Agustus 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 8,6 persen atau naik menjadi Rp36,5 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 yang hanya Rp32,6 triliun.
 
Mentan menjelaskan dengan pemasaran yang baik, di luar maupun di dalam negeri khususnya penyediaan bahan baku jagung untuk industri pengolahan, diharapkan akan memberikan nilai yang sangat besar bagi kesejahteraan petani.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan dalam menggenjot produksi jagung nasional dan pengembangan food estate, Kementan telah mengimplementasikan Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi (Propaktani).
 
Korporasi petani diperkuat melalui pola kemitraan dengan berbagai pihak yakni Bank untuk memperoleh fasilitas KUR, asuransi, unit pengelola jasa alat mesin pertanian atau mekanisasi, penyedia benih, pupuk, pestisida, Kostraling (Komando Strategi Penggilingan), industri olahan, pedagang, eksportir dan lainnya dalam ikatan bisnis yang saling menguntungkan.
 
"Di NTT khususnya Kabupaten Sumba Tengah ini kami akan menggenjot produksi jagung dan tanaman pangan lainnya, hingga kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan pertanian berbasis korporasi," pungkas Suwandi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif