Ilustrasi - - Foto: dok Antara
Ilustrasi - - Foto: dok Antara

18 Perusahaan Tekstil Beralih Produksi APD

Ekonomi Virus Korona industri tekstil Alat Pelindung Diri (APD)
Ilham wibowo • 31 Maret 2020 13:17
Jakarta: Sebanyak 18 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) siap mengalihkan unit produksi ke pembuatan Alat Pelindung Diri (APD). Pembuatan baju hazmat dan masker ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama tenaga medis yang berada di garda depan penanganan covid-19.

"18 anggota API siap produksi APD, ini kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk memenuhi kebutuhan APD nasional," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja kepada Medcom.id, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Jemmy menuturkan ini PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk dan PT Pan Brothers Tbk sudah memproduksi APD grade medis kebutuhan di Ring I. Kedua perusahaan tersebut kini telah membantu anggota API lainnya agar bisa membuat APD grade nonmedis untuk kebutuhan di Ring II.
 
"Sudah ada 10 anggota API yang siap membuat APD Ring II, dan yang lainnnya juga tengah melakukan development kain setelah layak pakai akan diproduksi secara massal," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dengan APD Ring II, APD Ring I mengalami kendala bahan baku khusus yang belum bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri. Pasalnya, bahan khusus kimia penjamin tenaga medis agar tidak terpapar virus korona tersebut dibutuhkan di seluruh dunia.
 
"Bahan baku standar medical itu sekarang demand di seluruh dunia tinggi dan biasanya yang ekspor Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Memang di Jawa Timur ada yang buat, tapi untuk kebutuhan nasional itu belum cukup," ungkapnya.
 
Saat ini kebutuhan APD bagi tenaga medis tercatat sebanyak 850 ribu per minggunya. Jumlah tersebut perlu dipenuhi melalui bantuan pemerintah dengan memperkuat diplomasi perdagangan bahan baku dari negara produsen.
 
"Kami mendapat arahan satu pintu apa yang bisa dikerjakan dan koordinasi dengan industri, semua perkembangan kami laporkan ke Kemenperin," tuturnya.
 
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa kebutuhan APD diproyeksikan 12 juta potong untuk memenuhi kebutuhan selama empat bulan ke depan. Kondisi ini perlu menjadi peluang di tengah melemahnya kinerja industri mulai hulu hingga hilir.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif