Manteri Pertaninan (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.
Manteri Pertaninan (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.

Kementan Alokasikan Rp1,85 Triliun di Program Penanganan Covid-19

Ilham wibowo • 16 April 2020 15:36
Jakarta: Manteri Pertaninan (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan telah mengubah anggaran kementerian untuk lebih banyak fokus di program penanganan virus korona (covid-19). Dana kementerian yang difokuskan ulang sebesar Rp1,85 triliun.
 
"Kementerian Pertanian mengusulkan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran  2020 sebesar Rp1,85 triliun," kata Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR secara virtual, Kamis, 16 April 2020.
 
Anggaran tersebut rencananya bakal difokuskan untuk membiayai tiga program utama di lingkungan tugas Kementan mengacu pada Inpres No. 4 Tahun 2020. Syahrul pun meminta dukungan Komisi IV DPR agar implemetasi percepatan penanganan covid-19 bisa maksimal.

"Besar harapan kami melalui rapat kerja hari ini penyesuaian anggaran yang kami usulkan mendapat dukungan Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat," tuturnya.
 
Syahrul memaparkan dalam mendukung pencegahan penularan covid-19, Kementan mengalokasikan dana sebesar Rp45 miliar, dengan rincian kegiatan: penyiapan sarana dan peralatan medis; pembelian suplemen dan daya tahan tubuh; dan sterilisasi seluruh gedung lingkup Kementerian Pertanian.
 
Kemudian mendukung pengamanan ketersediaan pangan sebesar Rp198,95 miliar, meliputi: operasi pasar pangan murah dan stabilisasi harga pangan; bantuan penyerapan gabah dan transportasi/angkutan distribusi pangan; dan pemantapan ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok.
 
"Pemerintah akan membantu kelancaran transportasi bersama Perpadi, Kementan mendorong penggilingan padi bekerja sama dengan Gojek mendistribusikan beras langsung untuk memberikan jaminan penggilingan,” paparnya.
 
Sementara rancangan kegiatan Social Safety Net termasuk program padat karya dialokasikan sebesar Rp1,60 triliun, meliputi kegiatan: padat karya Gerakan pengendalian OPT; padat karya olah tanah dan percepatan tanam; padat karya perkebunan; padat karya rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT); padat karya pembangunan embung pertanian; padat karya optimasi lahan rawa; padat karya irigasi perpipaan dan perpompaan serta antisipasi kekeringan dan banjir;
 
Kudian padat karya Sekolah Lapang Petani; penumbuhan jiwa kewirusahaan dan penyerapan tenaga kerja pertanian serta pembinaan UMKM pertanian; bantuan benih pangan, hortikultura dan perkebunan; bantuan pangan dan penguatan KRPL; dan fasilitasi bantuan ayam/kambing/domba untuk penanganan dampak penyebaran covid-19 dan mendukung ketersediaan pangan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan