Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana memantau penyaluran bansos beras di Bandung, Jawa Barat (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana memantau penyaluran bansos beras di Bandung, Jawa Barat (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Salurkan Bansos Beras di Jabar, Pos Indonesia Terapkan Strategi Khusus

Ekonomi pos indonesia Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 01 Agustus 2021 06:00
Bandung: PT Pos Indonesia (Persero) berkomitmen menyelesaikan target penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan sosial (bansos) beras yang telah diamanatkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
 
Pada tahun 2021 ini, Kemensos menargetkan penyaluran BST kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan bansos beras kepada 10,6 juta KPM di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut diberikan pemerintah sebagai jaring pengaman sosial dan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak covid-19, sekaligus upaya penyelamatan perekonomian nasional.
 
Khusus untuk bansos beras, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero), Siti Choiriana, menjelaskan dari 10,6 juta KPM di seluruh Indonesia, sebanyak 3,8 juta KPM berada di Jawa Barat (Jabar). Bahkan, angka penerima di Jabar tersebut masih akan ditambah 2,1 juta KPM sehingga total penerima bansos beras di Jabar sebanyak 5,9 juta KPM.
 
Besarnya angka penerima di Jabar tersebut menuntut Pos Indonesia untuk menjalankan strategi khusus dalam pendistribusian bansos beras.
 
"Karena angkanya lebih dari 50 persen, kami menerapkan strategi khusus. Kami menyediakan task forces khusus yang disiapkan untuk memastikan tidak ada kendala terkait tenaga penyalur, armada ditambah, serta tenaga penyalur dibekali dokumen berbasis digital sehingga mempercepat penyaluran," kata Siti Choiriana yang akrab disapa Ana, Sabtu, 31 Juli 2021.
 
Salurkan Bansos Beras di Jabar, Pos Indonesia Terapkan Strategi Khusus
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero), Siti Choiriana (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Dengan menerapkan strategi khusus, Pos Indonesia optimistis penyaluran bansos akan berjalan efisien, tepat waktu, dan sesuai target.
 
"Di Jabar meski jumlahnya (KPM) terbesar, kami optimistis tidak akan ada keterlambatan dibandingkan dengan penyaluran di daerah lain," ujar Ana.
 
Menyalurkan bansos di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ana mengakui Pos Indonesia butuh tenaga ekstra. Sejalan dengan itu, Pos Indonesia telah melakukan langkah-langkah antisipasi.
 
"Semua petugas juru bayar telah divaksinasi covid-19, pendistribusian dilakukan mengikuti protokol kesehatan yaitu melalui door to door untuk mencegah kerumunan, tenaga juru bayar dan armada  kami tambah. Kami juga berkoordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah setempat agar pendistribusian berjalan efisien sesuai target, tepat waktu, sesuai data, dan tentu saja kualitas beras baik," ujar Ana.
 
Salurkan Bansos Beras di Jabar, Pos Indonesia Terapkan Strategi Khusus
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Ana optimistis walau target penyaluran bansos beras harus terdistribusikan semua seiring masa PPKM yang berakhir pada 2 Agustus 2021, sumber daya yang dimiliki Pos Indonesia akan dikerahkan untuk mengakselerasikan penyaluran beras ke berbagai daerah. Jalur komunikasi dari tingkat RT hingga pemerintah daerah setempat dibuka dan dilakukan dengan intens.
 
Terkait kualitas beras, Ana meyakinkan masyarakat bahwa Bulog telah menjalani standar kualitas.
 
"Saya meyakini Bulog sudah menjalani standar kualitas (beras bansos). Saya lihat sendiri kualitas berasnya bagus. Packaging juga baik untuk mencegah bocor. Masyarakat tidak perlu ragu," tutur Ana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salurkan Bansos Beras di Jabar, Pos Indonesia Terapkan Strategi Khusus
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Pendistribusian bansos beras di seluruh Indonesia hingga akhir Juli 2021 terus dioptimalkan oleh Pos Indonesia. Ana menjamin KPM tidak perlu khawatir bansos beras tidak sampai ke tangan mereka. Hal ini terkait data-data penerima bansos beras telah sesuai berdasarkan referensi dari Kementerian Dalam Negeri.
 
Bila di lapangan tidak bertemu dengan KPM, maka petugas distribusi akan mengulang hingga bertemu KPM yang tercantum dalam daftar penerima. Ana menjanjikan tidak akan ada pengalihan penerima bansos beras.
 
"Beberapa lokasi di Sumatera sudah terdistribusikan hingga 100 persen. Beberapa daerah belum maksimal karena terdapat daerah merah covid-19. Kami masih menunggu instruksi diperbolehkan untuk masuk. Ada juga beberapa daerah kepulauan menunggu cuaca membaik. Bila cuaca membaik, kapal pengangkut bansos beras akan langsung bergerak untuk diberangkatkan," katanya.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif