Ilustrasi pekerja di tambang batu bara - - Foto: dok AFP
Ilustrasi pekerja di tambang batu bara - - Foto: dok AFP

Harga Membaik, PTBA Optimistis Target Produksi Batu Bara Tembus 30 Juta

Ekonomi BUMN Emiten batu bara ptba
Annisa ayu artanti • 01 September 2021 18:06
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batu bara hingga akhir tahun bisa mencapai 30 juta ton. Pada semester I-2021, produksi batu bara sudah mencapai 13,3 juta ton.
 
Untuk penjualan batu bara selama paruh pertama tahun ini sebanyak 12,9 juta ton. "Kira-kira produksi kita mencapai 30-an juta, dan itu sudah sesuai dengan revisi RKAB yang sudah kami kantongi," kata Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto dalam konferensi pers virtual, Rabu, 1 September 2021.
 
Dari sisi penjualan sepanjang 2021, Suryo juga menyebutkan emiten tambang pelat merah ini akan mampu menjual batu bara hingga mencapai 30 juta ton. Hal itu seiring dengan kondisi harga batu bara saat ini yang dinilai cukup baik dan diyakini akan membantu kinerja perseroan.
 
"Sementara dari sisi harga dengan melihat kondisi bisnis yang ada, hubungan Tiongkok dengan Australia dan juga dengan kondisi covid-19 yang terjadi ini, terjadi recovery di mana-mana di beberapa negara, kami punya keyakinan ini akan memperkuat posisi harga batu bara," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun masih mengenai harga, Suryo juga menambahkan kondisi harga yang cukup baik saat ini diyakini akan bertahan hingga tahun depan. "Kami punya keyakinan harga seperti ini masih akan stabil sampai tahun depan," jelasnya.
 
Seperti diketahui, meningkatnya permintaan batu bara di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan kembali mengerek harga batu bara global, sehingga turut memengaruhi harga batu bara acuan (HBA) pada Agustus 2021 ke angka USD130,99 per ton. Ini merupakan angka tertinggi lebih dari satu dekade terakhir.
 
"Melambungnya harga batu bara dunia dipengaruhi musim penghujan yang ekstrem di Tiongkok yang mengganggu kegiatan produksi dan transportasi batu bara di negara tersebut, sementara kebutuhan batu bara meningkat untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik negara tersebut," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.
 
Agung menambahkan menguatnya harga juga didorong meningkatnya permintaan batu bara dari Jepang dan Korea Selatan yang menjadi faktor naiknya harga batu bara global. Sebelumnya, pada Februari 2011 rekor HBA tertinggi dicatatkan sebesar USD127,05 per ton.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif