Ilustrasi  subsektor kuliner paling terdampak pandemi - - Foto: Antara/ Budi Candra
Ilustrasi subsektor kuliner paling terdampak pandemi - - Foto: Antara/ Budi Candra

Pelaku Kuliner di Padang Paling Parah Terdampak Pandemi

Ekonomi pedagang kaki lima (pkl) kuliner Ekonomi Kreatif pandemi covid-19
Gervin Nathaniel Purba • 17 April 2021 13:15
Padang: Sebanyak 258 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Padang, Sumatra Barat mengalami tekanan imbas pandemi covid-19. Dari jumlah tersebut, subsektor kuliner tercatat paling parah.
 
"Itu lebih dominan, karena Padang memiliki potensi wisata kulinernya," ujar Kepala Seksi Pemasaran Ekraf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Ade Yonanda Irza dalam acara launching Virtual Exhibition Kota Padang secara virtual, Jumat, 16 April 2021.
 
Menurut catatannya terdapat 88 unit usaha dari subsektor kuliner yang terkena dampak, diikuti subsektor kriya sebanyak 54 unit usaha, fesyen 30 unit usaha, seni pertunjukkan 22 unit usaha, dan musik 16 unit usaha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara keseluruhan, Kota Padang memiliki 1.968 pelaku ekraf. Subsesktor kuliner tercatat paling dominan. Oleh sebab itu, Ade menilai diperlukan upaya bersama untuk menggairahkan kembali subsektor kuliner. Terlebih, kuliner sangat identik dengan Padang.
 
"Diperlukan sebuah upaya kegiatan pemasaran yang dilakukan secara intens, diiringi dengan pemulihan aktivitas ekonomi," ujar Ade.
 
Dampak pandemi tidak hanya menerpa para pelaku ekraf, namun juga sektor pariwisata. Ade mencatat, tingkat kunjungan wisatawan turun menjadi 75,48 persen selama pandemi covid-19 2020. Penurunan signifikan tercatat pada jumlah wisatawan mancanegara.
 
"Kalau domestik rata-rata berasal dari Pulau Jawa," ujarnya.
 
Hal ini turut berdampak pada menurunnya pendapatan Pemerintah Kota Padang. Sebab, sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Kota Padang. Sumber pendapatan tersebut disumbang dari hotel, restoran, dan tempat hiburan.
 
"Jika melihat dua tahun ke belakang, sebetulnya naik 16 persen. Tapi setelah pandemi covid-19, turun 41,7 persen, atau bisa dikatakan turun hampir 50 persen," kata Ade.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif