Pertamina. Foto : Pertamina.
Pertamina. Foto : Pertamina.

Pertamina EP Konversi Pasokan Listrik ke PLN

Ekonomi migas PLN pertamina ep
Suci Sedya Utami • 16 November 2020 13:41
Jakarta: PT Pertamina EP terus mengoptimalkan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan lebih efisien agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan yang tengah dihadapi industri hulu migas. Saat ini industri hulu migas diterpa oleh triple shock yakni fluktuasi harga minyak dunia, fluktuasi nilai tukar fan penurunan penjualan yang berdampak pada pendapatan perusahaan.
 
Salah satu upaya efisiensi yang sedang dilakukan oleh unit usaha Pertamina EP di wilayah kerja Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dengan mengonversi pasokan listrik yang selama ini bersumber dari diesel engine generator ke pasokan listrik dari PLN. Upaya tersebut merupakan komitmen antara PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan PLN yang telah dilakukan sejak 20 Februari 2019 melalui pembangunan Power Plant Pad A dan Pad B menggunakan Diesel Rotary UPS System (DRUPS). Program ini juga merupakan salah satu Breakthrough Project PT Pertamina EP Asset 4 dengan target penyelesaian pekerjaan di 2021.
 
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Indarwan Harsoni menjelaskan kebutuhan listrik merupakan jantung penggerak fasilitas operasi produksi, karena selama ini Sukowati Field Pad A dan B memiliki Power Plant pribadi. Fasilitas ini membutuhkan daya masing- masing sekitar 400 kilowatt (kW) yang digunakan untuk mengoperasikan water injection pump, ESP dan utilities lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun konversi power supply ini dapat memicu efisiensi biaya operasional akibat penurunan konsumsi BBM dengan total beban eksisting sebesar Rp625,57 juta per bulan dari biaya operasional sebelumnya sebesar Rp1,16 miliar per bulan. Artinya ada penghematan biaya operasional sebesar Rp541,1 juta per bulan setelah menggunakan listrik dari PLN. Penghematan itu pun masih bisa ditingkatkan dengan optimalisasi ketersediaan listrik sampai dengan 800 kW.
 
“Hal ini merupakan komitmen Sukowati Field untuk melakukan cost reduction dan merealisasikan Breakthrough Project, terutama pada saat penurunan harga minyak dunia di tengah pandemi covid-19,” kata Soni dalam keterangan resmi, Senin, 16 November 2020.
 
Saat ini PLN telah menyelesaikan pembangunan gardu di area Sukowati Pad A dan Pad B. Ini berarti terdapat potensi percepatan penyambungan pasokan listrik yang bisa dilakukan untuk program PLN-isasi tanpa menggunakan DRUPS, namun dengan menggunakan sistem sewa jaringan.
 
Soni mengatakan beban operasional eksisting yang ada di Pad A adalah sekitar 153 kW untuk beban Pompa Injeksi (di luar beban ESP dan utilities lainnya) dan beban operasional existing di Pad B adalah sekitar 210 kW untuk pompa injeksi dan satu unit ESP (di luar beban ESP lainnya dan utilities lainnya). Melihat total beban dari masing-masing Pad A dan B, maka ketersediaan jaringan sewa yang disediakan untuk masing-masing Pad A dan B adalah 400 kW.
 
Jaringan sewa ini di sambungkan dari gardu milik PLN melalui Kabel menuju Trafo di dalam area masing-masing Pad A dan B dan didistribusikan melalui panel distribusi di titik masing-masing lokasi, serta diesel engine generator yang sebelumnya dijadikan pasokan listrik utama akan berubah menjadi back up unit.
 
Konversi ini sudah berlangsung sejak 16 September 2020 dengan pembebanan tahap pertama untuk beban pompa injeksi di masing-masing Pad A dan B. Setelah dimonitor, kondisi listrik ini stabil maka dilanjutkan ke tahap kedua untuk penambahan beban ESP di Pad B, kondisi ini sudah berjalan sejak 4 November 2020 dan akan terus di monitor dan di evaluasi kestabilan listrik.
 
Tahap selanjutnya akan dilakukan penambahan beban dengan penambahan ESP dan beban utilities lainnya sampai dengan beban tersedia di masing-masing Pad A dan B sebesar 400 kW dapat dioptimalkan.
 
“Konversi power supply dari diesel engine generator ke PLN di Pad A dan Pad B ini dapat terwujud berkat usaha dan perjuangan teman-teman semua sehingga dapat memicu penghematan biaya yang cukup signifikan dan dapat mengurangi cost per barel di Sukowati Field. Saya sangat berterima kasih kepada para Perwira-Perwira Sukowati Field yang telah bekerja keras tidak kenal lelah, untuk memajukan Sukowati Field," jelas Soni.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif