Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

BPS: Nilai Tukar Petani Turun 0,76%

Ekonomi pertanian Petani BPS
Annisa ayu artanti • 09 Mei 2022 13:51
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) berada di level 108,46 atau turun sebanyak 0,76 persen dibandingkan dengan  NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,06 persen atau lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,83 persen.
 
"Kalau dilihat penyebab kenaikan indeks harga yang diterima petani itu lebih disebabkan kenaikan harga kelapa sawit, jagung, sapi potong, dan karet. Sementara indeks harga yang dibayar petani ini disebabkan kenaikan harga pada minyak goreng, bensin, daging ayam ras, dan telur ayam ras," jelas Kepala BPS Margo Yuwono, dalam sebuah konferensi pers, Senin, 9 Mei 2022.
 
Ia menambahkan pada April 2022, NTP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan terbesar yakni sebesar 2,21 persen dibandingkan dengan penurunan NTP provinsi lainnya. Sementara itu, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan tertinggi yakni sebesar 1,44 persen dibandingkan dengan kenaikan NTP provinsi lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, pada April 2022, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,97 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2022 sebesar 108,64 atau turun 0,56 persen dibandingkan dengan NTUP bulan sebelumnya
 
"Penyebabnya juga sama karena harga yang diterima petani itu  meningkat 0,06 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani khususnya untuk biaya produksi dan penambahan barang modal itu meningkat 0,62 persen," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif